"Mereka (para pelaku) mencuri menggunakan mesin pemotong. Besi H pun ikut dipotong dan diangkut menggunakan truk dibawa ke penampungan," sebut Sutrisno, menejer PT ARB, Senin (14/7/2025).
Menurut dia, PT ARB yang bergerak di bidang industri kaca yang sudah tidak beroperasi (tutup) sejak 2019.
"Sejak pabrik tutup aksi pencurian barang-barang sering terjadi sampai saat ini," kata Sutrisno.
Baca Juga: Rico Waas: Bersinergi Bangun Masyarakat Beradab, Damai, Penuh kepedulian Karena itu, dia berharap pihak kepolisian dapat segera bertindak, mencegah aksi pencurian yang berkepanjangan.
Sebab, sampai saat ini, diperkirakan lebih dari 10 ton berbagai jenis besi milik dan mesin milik PT ARB telah dijarah secara massal.
"Kalau kerugian kami taksir lebih dari 1 miliar, karena (pencurian) itu sudah berlangsung lama," tutur Sutrisno.
Dia mengaku, sudah membuat beberapa kali laporan ke pihak kepolisian di Belawan, dan sejumlah pelaku ditangkapi.
Namun, penangkapan kepolisian itu tidak menimbulkan efek jera, dan terkesan semakin menjadi hingga saat ini. Dikhawatirkan aset perusahaan akan ludes dijarah orang tidak bertanggungjawab.