MATATELINGA,Pematangsiantar : Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Sosialisasi PelestarianNaskah Kuno di Ruang Data Pemko Pematangsiantar, yang dibuka Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Drs Daniel Siregar, Rabu (24/09/2025).
Para peserta yang terdiri dari sejarawan, dosen, OPD terkait, pengelola perpustakaan dan pustakawan, guru dan mahasiswa pendidikan sejarah, tim cagar budaya, pengurus gereja dan masjid, ormas Partuha Maujana Simalungun (PMS), dan para pelajar.
Wali Kota Wesly Silalahi yang dibacakan Daniel Siregar menyampaikan, naskah kuno merupakan warisan dokumenter bangsa yang menyimpan pengetahuan, nilai budaya, spiritualitas, serta sejarah intelektual yang sangat berharga di balik lembar-lembar naskah tersebut, terekam perjalanan panjang peradaban nusantara yang mencerminkan identitas, jati diri, dan kebijakan leluhur bangsa Indonesia.
Baca Juga: Wali Kota Medan Hadiri Pelantikan Pengajian Al-Hidayah, Tekankan Pentingnya Adaptif terhadap Perkembangan Zaman "Perlindungan dan pelestarian naskah kuno menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.
Baca Juga: Brimob Polda Sumut Sigap Evakuasi Pohon Tumbang, Wujud Nyata Kehadiran di Tengah Masyarakat Pematangsiantar Sebagai Lembaga Pengelolaan Naskah Kuno di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI terus berupaya memperkuat pelestarian melalui pengembangan kebijakan dan regulasi.
"Salah satunya dengan diterbitkannya Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 16 Tahun 2024 tentang Pendaftaran dan Penghargaan Naskah Kuno, menjadi langkah strategis dalam memastikan naskah-naskah kuno tercatat secara resmi dan terlindungi secara hukum," jelasnya.
Dia menjelaskan, pendaftaran naskah kuno memiliki peran penting sebagai pondasi pelestarian dan perluasan akses. Naskah kuno tidak hanya dikenali eksistensinya, tetapi juga dicatat untuk kepentingan konservasi.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, Hamzah Fanshuri Damanik, kegiatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang nilai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam naskah kuno.
Baca Juga: Babinsa Kampung Melayu Tanamkan Semangat Gotong Royong di Tengah Masyarakat Selain itu, agar masyarakat memahami upaya pelestarian naskah kuno serta digitalisasi naskah kuno agar terjaga untuk generasi yang akan datang.
"Pentingnya pelestarian naskah kuno agar masyarakat yang memiliki naskah kuno termotivasi untuk mendaftarkan naskah kunonya guna difasilitasi pelestariannya," ujarnya.
Ia menyampaikan keprihatinannya tentang naskah kuno Simalungun yang belum diangkat bersama. "Perlu sinergi pelaku budaya Simalungun, Dinas Arsip dan Perpustakaan-Dinas Pendidikan dan akademika, praktisi digital, dan sebagainya, "katanya.
Sebagai Narasumber hadir, Mehamat Br Karo Sekali, Prof Dr Hisarma Saragih MHum, Kadis Arsip dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar Hamzah Fanshuri Damanik SSTP MSi. (sip)
Baca Juga: Polri Hadir untuk Rakyat: Polsek Tanah Jawa Amankan Aksi Damai Masyarakat Tangga Batu Bersatu