Rektor juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap digitalisasi, dan semangat life-long learning.
Ia berharap lulusan USM-Indonesia mampu menunjukkan karakter unggul yang berlandaskan nilai-nilai Spiritualisme, Intelektualisme, Profesionalisme, Nasionalisme, dan Globalisme (STRoNG) sebagai ciri khas dari USM Indonesia.
Menurut Prof. Ivan, saat ini USM-Indonesia telah terakreditasi "Baik Sekali" dengan 24 program studi aktif yang terdiri dari jenjang Diploma, Sarjana, Profesi, dan Pascasarjana. Tiga program studi bahkan telah meraih akreditasi "Unggul", yakni S2 Kesehatan Masyarakat, S1 Kesehatan Masyarakat, dan S1 Ilmu Komunikasi.
Dalam bidang pembelajaran, USM-Indonesia dipercaya oleh Perpustakaan Nasional dan Kemdikti Saintek untuk melaksanakan KKN Tematik Literasi di 20 perpustakaan Kabupaten Deli Serdang. Tahun ini, universitas juga menerima 25 mahasiswa asing asal Timor Leste serta terus mengembangkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi tenaga pendidik.
Dari sisi penelitian dan pengabdian masyarakat, USM-Indonesia memperoleh 37 hibah dari Kemdikti Saintek, serta sejumlah prestasi kemahasiswaan di bidang seni, olahraga, debat, hingga kewirausahaan.
Untuk memperkuat kerja sama akademik dan profesional, universitas ini telah menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri, di antaranya BRIN, Kemenkumham, BMKG, RSUP H. Adam Malik, Universitas Padjadjaran, Lincoln University College Malaysia, hingga Handong Global University Korea.
"Semua perkembangan ini tidak lepas dari dukungan yayasan, dosen, mahasiswa, alumni, dan para mitra yang telah bekerja keras menjaga atmosfer akademik yang kondusif, bersih, dan bebas dari narkoba," tandasnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Ivan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan USM-Indonesia.