Ia juga berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan IPK, melainkan mengembangkan kemampuan sosial dan budaya melayani yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
"Budaya melayani adalah budaya yang baik dan harus terus ditingkatkan. Konsistensi dan disiplin adalah kunci utama keberhasilan seseorang," tegasnya.
Dia juga berpesan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari seberapa tinggi nilai akademik mahasiswa, tetapi juga dari sejauh mana hasil riset dan inovasi kampus berdampak memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan negara.
"Perguruan tinggi saat ini dituntut untuk menghasilkan riset-riset mini yang aplikatif - riset sederhana tetapi berdampak, seperti untuk membantu petani meningkatkan hasil panen, menurunkan angka stunting, atau menangani masalah hipertensi. Inilah bentuk nyata kontribusi kampus bagi bangsa," tandasnya.