Warga menilai pemerintah desa terkesan lamban, bahkan cenderung lepas tangan, padahal jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua desa dan menjadi jalur utama aktivitas ekonomi serta kebutuhan harian.
"Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru bergerak," keluh sejumlah warga yang sudah berhari-hari harus melewati pipa hanya demi bisa beraktivitas.
Baca Juga: Poldasu Bangun Jembatan di Tapteng Kondisi ini seharusnya mendapatkan respons cepat dari pemerintah desa, kecamatan, maupun BPBD Deli Serdang. Situasi darurat seperti ini idealnya segera ditangani dengan pembangunan jembatan darurat, penutupan area berbahaya, serta penyediaan jalur alternatif yang aman.
Ketiadaan tindakan nyata hingga saat ini dianggap sebagai bentuk kelalaian dan lemahnya manajemen kedaruratan di tingkat desa. Masyarakat mendesak Muspika Hamparan Perak dan Pemkab Deli Serdang untuk turun langsung memastikan keamanan warga, sebelum tragedi lebih besar terjadi.
Ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur — ini soal nyawa dan tanggung jawab pemerintah kepada warganya..
Baca Juga: Kodam I/Bukit Barisan Membangun Jembatan Darurat Untuk Membantu Warga yang Terisolasi