Tiga bersaudara ini, Jufri, Junarto dan Jhonris memberanikan diri merantau ke Jakarta dari kampung halamannya di Mandailing Natal membuktikan bahwa siapa pun dan dari latar belakang yang berbeda sekali pun tidak dilarang untuk bermimpi punya rumah sendiri. Tiga bersaudara ini telah membuktikan bahwa dengan 'kepercayaan' dan pelayanan yang baik yang diberikan BTN dalam mengawal dan membantu masyarakat mewujudkan mimpinya punya rumah sendiri menjadi contoh nyata bahwa BTN sangat peduli terhadap masyarakat yang bermimpi untuk segera punya rumah sendiri.
Keputusan yang diambil tiga bersaudara ini menjadi bagian dari perjalanan BTN memasuki usia yang ke-76. BTN juga baru merayakan Hari Ulang Tahun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke-49 pada Desember 2025 lalu. Total penyaluran KPR BTN menembus sekitar 5,7 juta rumah di seluruh Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi BTN membuka akses pembiayaan perumahan bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekosistem yang Terintegrasi
Baca Juga: Gubsu Komit Soal UHC, Sanksi Tegas Bagi Rumahsakit Nakal Selama 49 tahun, BTN telah menyalurkan KPR dengan total plafon senilai Rp504,18 triliun. Penyaluran tersebut terdiri atas KPR konvensional sebanyak 5,23 juta rumah dan pembiayaan kepemilikan rumah berbasis syariah sebanyak 456.749 unit. Adapun 4,38 juta unit disalurkan sebagai KPR subsidi, sedangkan 1,3 juta unit merupakan KPR nonsubsidi.
Menurut Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, pencapaian ini menunjukkan peran penting BTN dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi rakyat, sekaligus menggerakkan perekonomian nasional melalui sektor perumahan.
"BTN merasa bangga dan bersyukur dapat melayani 5,7 juta keluarga Indonesia dalam 49 tahun terakhir karena pencapaian ini merupakan hasil kerja keras yang konsisten untuk menjadi bank pilihan rakyat dalam pemenuhan kebutuhan hunian impian mereka. Namun, kami tidak ingin berpuas diri karena kami harus terus bekerja untuk jutaan masyarakat lainnya yang belum memiliki rumah ataupun belum mampu merenovasi rumah mereka menjadi lebih layak huni," tandasnya.
Tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tapi juga gaya hidup dan bisnis dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Menyikapi hal ini, BTN terus bertransformasi dengan perubahan zaman.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyampaikan pendekatan berbasis ekosistem menjadi langkah strategis untuk memperluas peluang pertumbuhan sekaligus memperkuat struktur industri. Kolaborasi menciptakan keseimbangan antara ekspansi dan stabilitas, serta mendorong kreativitas dan keberlanjutan usaha.