Dalam keterangannya, Laksamana Muda TNI Deny Septiana menegaskan bahwa kehadiran KRI Bima Suci bukan sekadar pelayaran latihan, melainkan membawa misi strategis bangsa di tingkat global."Pelayaran ini tidak hanya melatih kemampuan navigasi dan profesionalisme taruna, tetapi juga menjadi sarana diplomasi maritim dan perdagangan. Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia hadir dengan semangat persaudaraan, kerja sama, dan perdamaian," ujarnya.
KRI Bima Suci mengangkut sekitar 79 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 serta puluhan kadet dari 25 negara, baik dari kawasan ASEAN maupun non-ASEAN seperti Australia, China, Kanada, Pakistan, hingga negara-negara Eropa.Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan ratusan peserta tambahan, termasuk awak kapal, staf latihan, serta siswa-siswi berprestasi dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jakarta yang ikut dalam program edukasi maritim open ship.
Program Kartika Jala Krida 2026 akan berlangsung selama kurang lebih 124 hari dengan rute panjang melintasi berbagai negara. Pelayaran dimulai dari Surabaya, kemudian menuju Jakarta, Belawan, dilanjutkan ke Sri Lanka, Singapura, Vietnam, Shanghai (Tiongkok), Busan (Korea Selatan), Rusia, Jepang, Filipina, Bitung, dan kembali ke Surabaya.Total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 16.877 nautical mile (NM), menjadikannya salah satu pelayaran latihan terpanjang dan paling strategis bagi taruna TNI AL.
Baca Juga: Rumah Hancur Dijarah Massa Tawuran, Mantan Polisi Kecewa Laporannya Tak Digubris Polres Belawan Selain sebagai ajang latihan praktik pelayaran, kegiatan ini juga mengemban misi diplomasi maritim melalui pendekatan soft power. Para taruna berperan sebagai duta bangsa yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional.