Dia menjelaskan, kota Pematangsiantar adalah kota yang sejak dahulu dikenal sebagai kota yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Keberagaman tersebut bukanlah sebuah kelemahan, melainkan kekuatan yang harus kita jaga bersama.
"Perbedaan keyakinan jangan menjadi alasan untuk menjauh, tetapi justru menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghormati, dan memperkuat persaudaraan. Kita patut bersyukur bahwa Kota Pematang
siantar telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu kota yang memiliki tingkat toleransi yang baik," jelasnya.
Menurutnya, Pemko Pematangsiantar tentunya tidak dapat bekerja sendiri, tetapi butuh dukungan para pemuka agama, FKUB, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, serta elemen masyarakat.Wesly yang diwakili Hamdani juga mengajak untuk menjadikan kerukunan sebagai kekuatan untuk mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Baca Juga: Pemkab Melalui Dinkes Simalungun, Bantu Dua Penderita DMD di Dolok Batu Nanggar "Semoga dialog hari ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Pematang
siantar. Mari kita jaga kerukunan dan perkuat persaudaraan agar Pematang
siantar semakin hebat," sebutnya.(sip)