Dalam sambutannya seusai kebaktian, Ephorus BNKP Pdt. Otoriteit Dachi mengatakan, saat ini BNKP memiliki sekitar 1.237 jemaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan 59 resort dan 836 pendeta yang melayani serta menggembalakan jemaat.
Menurutnya, sekitar 70 persen jemaat BNKP berada di wilayah pedesaan dengan kondisi ekonomi yang relatif terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mendukung pembiayaan pelayanan gereja.
Baca Juga: Rico Waas Apresiasi Transformasi HKBP, Dorong Penguatan Iman di Tengah Keluarga "Kalau 70 persen jemaat kita berada di pedesaan dengan kondisi ekonomi yang relatif terbatas, tentu berpengaruh terhadap kemampuan jemaat dalam memberikan dukungan finansial. Tetapi ini tidak menyurutkan 836 pendeta untuk terus melayani dalam kondisi apa pun," ujar Otoriteit.
Ia mengatakan, perbedaan kekuatan ekonomi antarjemaat berdampak terhadap operasional organisasi. Selain kebutuhan kantor, pelayanan jemaat dan berbagai kegiatan organisasi juga membutuhkan anggaran yang cukup besar.Karena itu, pimpinan sinode mulai mendorong pengembangan aset dan usaha produktif sebagai sumber pendanaan alternatif agar pelayanan BNKP tidak sepenuhnya bergantung pada kontribusi jemaat.
Baca Juga: Wesly Melalui Staf Ahli Pemerintahan, Hadiri Sinode ke 48 Gereja Pentakosta Salah satu program besar yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan training centre di wilayah Nias Utara. BNKP disebut telah membeli lahan sekitar 120 hektare untuk pengembangan kawasan tersebut.Dari luas lahan itu, sekitar 20 hektare mulai dikelola dan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan dan pelatihan sekaligus sumber pendapatan bagi BNKP.