"Kita akan menanam sekitar 2.500 pohon kelapa yang nantinya diharapkan bisa mengubah tempat itu menjadi agrowisata milik BNKP," katanya.Pengembangan aset tersebut, lanjut Otoriteit, merupakan bagian dari target jangka panjang BNKP untuk mencapai kemandirian pembiayaan organisasi."Target kami, lima tahun ke depan sinode dengan seluruh pembiayaannya bisa mandiri dan tidak mengandalkan pihak lain," tegasnya.Ia menambahkan, sejumlah pembangunan aset telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pembangunan rumah dinas Sekretaris Umum yang selesai dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun.Selain itu, pembangunan rumah dinas Bendahara Umum masih berlangsung, sementara sebuah ruko juga telah dibangun sebagai bagian dari penguatan aset organisasi.Menurut Otoriteit, berbagai pembangunan tersebut merupakan upaya memperkuat fondasi organisasi agar pelayanan BNKP tetap berjalan, termasuk dalam membantu jemaat dan pendeta yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.
BNKP Perluas Pelayanan Ke BaliDalam kesempatan tersebut, Otoriteit juga mengungkapkan rencana perluasan pelayanan BNKP ke berbagai daerah di Indonesia.Saat ini, jemaat BNKP telah tersebar hingga wilayah Kalimantan. Ia berharap pada tahun depan BNKP dapat membuka pelayanan di Bali."Kita terdiri dari 1.237 jemaat yang menyebar di seluruh Indonesia sampai ke Kalimantan. Kalau Tuhan menolong, tahun depan kita akan membuka jemaat kita di Bali. Jadi gereja BNKP akan hadir di Bali," ujarnya.
Baca Juga: Rico Waas Apresiasi Transformasi HKBP, Dorong Penguatan Iman di Tengah Keluarga Otoriteit juga menyadari masa pengabdiannya sebagai pimpinan BNKP akan segera berakhir. Dengan usia yang kini mencapai 62 tahun, ia berharap berbagai program yang telah dimulai dapat dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya."Saya pasti akan berakhir tahun depan. Usia saya sekarang 62 tahun dan tidak bisa lagi meneruskan. Tetapi kita sama-sama berdoa karena ada berbagai proyek besar yang sedang kita mulai dan berharap itu bisa dilanjutkan di masa depan," katanya.Ia pun mengajak seluruh warga gereja untuk tidak minder meski berada dalam keterbatasan ekonomi.
Ketua Panitia Penahbisan SNK Anema'o Laoli mengatakan, perjalanan BNKP Resort 42 Tanjung Anom telah berlangsung cukup panjang sejak berdiri pada 1997.Seiring waktu, jemaat terus berkembang hingga mencapai sekitar 300 kepala keluarga. Berbagai tahapan pembangunan dan pengembangan gereja dilakukan sebelum akhirnya prosesi penahbisan dapat terlaksana.
Baca Juga: Wesly Melalui Staf Ahli Pemerintahan, Hadiri Sinode ke 48 Gereja Pentakosta Hal senada disampaikan Ketua BPMJ SNK Hezishokhi Lase. Ia mengatakan, pihak gereja terus melakukan pengembangan fasilitas seiring pertumbuhan jemaat dan perkembangan kawasan Tanjung Anom.
Menurutnya, gereja telah menyelesaikan pembelian awal lahan di bagian depan gereja. Sebelumnya, pembangunan rumah dinas pendeta dan gedung sekolah minggu telah dimulai pada 2023 dan rampung pada 2025 dengan mengusung konsep Omo Hada, rumah adat Nias.
Baca Juga: Bupati Anton Bersama AHY Hadiri Sinode Besar GPI 2026, Ajak Gereja Perkuat Karakter Bangsa Indonesian "Melihat perkembangan jemaat yang telah mencapai 300 kepala keluarga, seiring dengan perkembangan wilayah Tanjung Anom ini, pembelian lahan telah selesai kami lakukan tepat di samping gereja. Gereja BNKP akan kami kembangkan, tetapi ini memerlukan bantuan, tidak hanya dari jemaat, tetapi juga seluruh pihak maupun para donatur," katanya.Sementara itu, Pendeta Resort 42 Pdt. Rosmawati Hulu, S.Th., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, jemaat serta pihak yang telah memberikan dukungan hingga proses penahbisan gereja dapat terlaksana.
Baca Juga: Mewakili Kapolres, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengki Siahaan Hadiri Pembukaan Sinode Besar 2026 Gereja Pentakosta Dihadiri Menko AHY