MATATELINGA, Labuhanbatu :Nasib Kurang Beruntung Dialami Pasangan Suami Isteri Jainul Siregar Dan Sartika Dewi, Karena Faktor Kemiskinan Tiga Anak Tidak Dapat Bersekolah Menemukan Titik Terang
MATATELINGA, Rantauprapat - Memprihatinkan. Barangkali itulah kata-kata yang bisa diucapkan. Nasib kurang beruntung dialami pasangan suami istri, Jainul Bahri Siregar (43) dan Sartika Dewi (31), warga Jalan Kandis, Gang Ikhlas, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.
Tiga dari lima anaknya yang sudah berusia sekolah, seharusnya sudah mengenyam pendidikan. Namun, karena keterbatasan ekonomi, membuat ketiganya hingga kini belum dapat bersekolah. Untuk sementara waktu, ketiganya terpaksa memupus harapannya, untuk menggapai cita-cita, lebih baik dari kedua orangtuanya saat ini.
Baca Juga: Segera Jadwalkan RDP, DPRD Usul Ongkos Gratis Pelajar di Medan Keprihatinan hidup yang dialama pasangan keluarga Jainul dan Sartika ini, menggugah kepedulian
Tommy Raymen, anggota DPRD Labuhanbatu dari Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Kabupaten Labuhanbatu.Seorang diri, tanpa didampingi pengawal maupun ajudan, sebagaimana layaknya pejabat Indonesia umumnya,
Tommy yang mendapat informasi kondisi kesejahteraan pasangan keluarga ini, datang berkunjung ke rumah Jainul Siregar.Di rumah berstatus sewa yang ditempatinya, Jainul Siregar dan isterinya, secara gamblang menceritakan kondisi perekonomian yang dihadapinya.Dalam percakapannya itu, Jainul didampingi istrinya dan lima orang anak, menuturkan secara gamblang bagaimana dia harus menjalani kehidupan dalam keterbatasan ekonomi. Mereka tinggal di sebuah rumah yang masih disewa.Menurut Jainul, dalam perbincangannya dengan
Tommy, dari lima orang anaknya tersebut, tiga di antaranya yang seharusnya sudah mengenyam pendidikan. Namun, keterbatasan ekonomi jualah, membuat ketiganya hingga kini belum dapat bersekolah.Kondisi keluarga tersebut, semakin memprihatinkan setelah Jainul mengalami gangguan penglihatan. Selama sekitar tiga bulan terakhir, matanya mengalami rabun hingga membuatnya kesulitan beraktivitas dan tidak mampu bekerja seperti biasanya.Padahal, Jainul menjadi satu-satunya tumpuan keluarga, untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari.Mendengar kondisi tersebut, kepedulian
Tommy Raymen tergugah. Saat mendatangi tempat kediaman Jainul bersama keluarganya secara langsung, Rabu (9/9/2026) malam,
Tommy pun membawakan sejumlah oleh-oleh, yang bisa dinikmati keluarga ini secara langsung.
Tommy datang membawa makanan , untuk makan malam keluarga serta bakso bakar. Kedatangannya pada malam itu, tidak hanya untuk memberikan
bantuan makanan saja.Setelah melihat dan mendengar cerita langsung, kondisi keluarga Jainul tersebut,
Tommy menyatakan akan mem
bantu pengobatan Jainul agar segera mendapatkan penanganan medis."Iya, sementara kita siapkan data administrasi kependudukannya, kemudian BPJS agar bisa segera dilakukan tindakan medis," ujar
Tommy.Menurut
Tommy, persoalan kesehatan Jainul menjadi salah satu hal yang harus segera ditangani. Sebab, kondisi penglihatan tersebut membuat Jainul tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.Selain pengobatan,
Tommy juga memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak-anak Jainul.Ia berkomitmen mem
bantu kelima anak tersebut, agar dapat memperoleh pendidikan, melalui kolaborasi dengan seorang tokoh dan pendakwah, yaitu Ustaz Marasakti yang memiliki Sekolah Islam Terpadu Robbani."Anak-anak ini harus tetap punya kesempatan untuk sekolah. Jangan sampai keterbatasan ekonomi orang tua, membuat mereka kehilangan masa depan dan hak untuk mendapatkan pendidikan," papar
Tommy.
Tommy juga akan mem
bantu mengurus administrasi kependudukan keluarga tersebut, yang selama ini belum lengkap. Kelengkapan dokumen tersebut diharapkan dapat memudahkan keluarga Jainul, mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan maupun
bantuan lainnya.Tidak berhenti di situ,
Tommy menyatakan, akan mem
bantu memperpanjang rumah sewa, yang ditempati keluarga Jainul selama empat bulan.Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk token listrik, juga akan diberikan guna meringankan beban keluarga tersebut."Kita akan coba
bantu apa yang memang menjadi kebutuhan mendesak mereka. Yang paling penting sekarang bagaimana Jainul bisa segera mendapatkan pengobatan, anak-anaknya bisa sekolah, dan kebutuhan dasar keluarganya juga ter
bantu," tambah
Tommy.
Tommy berharap, setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi penglihatan Jainul dapat membaik, sehingga ia kembali mampu bekerja dan menjadi tumpuan bagi istri serta kelima anaknya. (Yasmir)