Katanya, dalih siswa belum sarapan, sedang haid, atau tidak makan malam sebelumnya, tidak bisa dijadikan alasan untuk menutupi dugaan keracunan massal akibat MBG. Jika hanya 1 siswa yang sakit, mungkin bisa disebut kebetulan. Tapi jika 5 siswa sakit bersamaan setelah MBG, maka MBG adalah penyebab utamanya.
Oleh karena itu, menurut Silaen, Kepala SPPG, Beni Irwanda SKom., dituntut harus menyampaikan klarifikasi secara terbuka kepada publik, atas dugaan keracunan siswa seusai mengkonsumsi MBG", tegasnya.
Dan ia, mengecam pihak-pihak terkait. Yang mencoba mengalihkan dugaan kasus keracunan ini, ke hal-hal yang tidak masuk logika. "Saya mengecam itu", pungkas ya.
Baca Juga: Siswa SMP Swasta Ahmad Dahlan Aekkanopan Diduga Keracunan MBG