MATATELINGA,Labura : Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Aekkanopan, Lahuddin Nur Harahap SE menyampaikan, pihaknya terus memantau dugaan kasus keracunan seusai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menimpa siswa SMP Ahmad Dahlan Aekkanopan, Kecamatan Kualyh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Jumat (11/9/2026).
"Ya, kami terus memantau perkembangan dugaan kasus keracunan seusai mengkonsumsi MBG, yang menimpa 5 (lima) orangsiswa SMP Ahmad Dahlan Aekkanopan", ucap Lahuddin Nur kepada media online https://matateling.com, Minggu (13/9/2026) siang.
Katanya, hingga hari yang tercatat hanya 5 orang. Oya. Dan Sekolah fokus pada penanganan murid yang terdampak dugaan keracunan tersebut. "Alhamdulillah, info dari sekolah anak murid yang terdampak dugaan keracunan itu sudah membaik", papar Lahuddin Nur.
Baca Juga: Siswa SMP Swasta Ahmad Dahlan Aekkanopan Diduga Keracunan MBG Sementara itu,
Ketua Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (GPM) Sumatera Utara, Robbi Anshori Silaen, .mengecam ucapan sejumlah oknum pejabat, yang mencoba mengalihkan kasus dugaan keracunan MBG, yang menimpa sejumlah siswa di SMP Ahmad Dahlan Aekkanopan.
Kecaman disampaikan Silaen kepada media ini, Minggu (13/9/2026), sembari merinci kronologi dugaan terjadinya keracunan, disalah satu sekolah milik organisasi Muhammadiyah.
Baca Juga: Siswa SMP Swasta Ahmad Dahlan Aekkanopan Diduga Keracunan MBG Dia menjelaskan, Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), membagikan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Ahmad Dahlan Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Tidak sampai satu jam kemudian katanya, sekitar pukul 10.00 - 10.30 WIB, 5 (lima) orang siswa mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan, yaitu : mual, pusing, lemas, dan nyeri perut. Kelima siswa tersebut harus dilarikan ke Puskesmas Aek Kanopan, untuk mendapat perawatan medis hingga pukul 15.00 WIB.
"Fakta, 5 siswa sakit secara bersamaan dalam rentang waktu yang sama, setelah mengonsumsi makanan dari sumber yang sama, bukti kuat yang tidak bisa diabaikan", ucapnya.Ditambahkannya, secara logika kesehatan masyarakat, tidak mungkin 5 orang mengalami gangguan pencernaan akut secara bersamaan, di jam yang sama kalau bukan karena MBG yang mereka konsumsi.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemkab Simalungun Gelar GPM Serentak Katanya, dalih siswa belum sarapan, sedang haid, atau tidak makan malam sebelumnya, tidak bisa dijadikan alasan untuk menutupi dugaan keracunan massal akibat MBG. Jika hanya 1 siswa yang sakit, mungkin bisa disebut kebetulan. Tapi jika 5 siswa sakit bersamaan setelah MBG, maka MBG adalah penyebab utamanya.
Oleh karena itu, menurut Silaen, Kepala SPPG, Beni Irwanda SKom., dituntut harus menyampaikan klarifikasi secara terbuka kepada publik, atas dugaan keracunan siswa seusai mengkonsumsi MBG", tegasnya.
Dan ia, mengecam pihak-pihak terkait. Yang mencoba mengalihkan dugaan kasus keracunan ini, ke hal-hal yang tidak masuk logika. "Saya mengecam itu", pungkas ya.
Baca Juga: Siswa SMP Swasta Ahmad Dahlan Aekkanopan Diduga Keracunan MBG