Saat ini, Pemko Binjai memiliki 3.459 PNS yang data dan dokumen kepegawaiannya perlu dikelola serta dilindungi secara optimal. Berdasarkan pemantauan kelengkapan arsip dalam DMS ASN, sebanyak 1.205 pegawai atau 34,82 persen berada pada kategori sangat lengkap, 1.285 pegawai atau 37,15 persen kategori lengkap, 888 pegawai atau 25,67 persen kategori cukup lengkap, dan 181 pegawai atau 5,23 persen kategori kurang lengkap.
Sementara itu, Direktur Infrastruktur Teknologi Informasi dan Keamanan Informasi (INTI) BKN, Dr. Yudhantoro Bayu Wiratmoko, S.Kom., MMSI., menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mendorong perubahan pengelolaan arsip ASN dari bentuk fisik menuju digital. Sinkronisasi antara dokumen fisik dan elektronik, menurutnya, penting sebagai langkah mitigasi apabila terjadi bencana yang dapat menyebabkan kerusakan atau kehilangan arsip.
Baca Juga: Dukung Inovasi Pengawas, Wali Kota Medan Dorong Inspektorat Jadi Mitra Strategis ASN BKN juga tengah mengembangkan layanan "Lemari Digital" sebagai ruang penyimpanan dokumen bagi setiap ASN. "Yang paling penting adalah kita mempunyai backup data dalam bentuk elektronik. Jadi, ketika terjadi bencana, data tetap dapat diselamatkan dan dipulihkan," jel
asnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata serta paparan mengenai Rekonstruksi dan Rehabilitasi Arsip ASN Terdampak Bencana di Wilayah Sumatera Tahun 2025 dan pengelolaan arsip ASN.
Turut hadir Kepala BKD Kota Binjai Rahmad Fauzi Salim, S.H., M.AP., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Binjai drg. Indra Syahfery, M.A.P., Kepala BKD Kabupaten Langkat Eka Syahputra Depari, S.STP., M.AP., Sekretaris BKD Kabupaten Langkat Syafriansyah Nasution, S.Sos., M.AP., para pejabat BKD Kabupaten Langkat, narasumber, serta ASN Kota Binjai dan Kabupaten Langkat.
Baca Juga: Asniar Dorong PKK Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan