Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala batuk atau pilek.Masyarakat yang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan juga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan adanya 34 kasus Influenza yang teridentifikasi berdasarkan varian spesifik hingga 2 Oktober 2026, pemantauan perkembangan kasus menjadi penting untuk melihat kemungkinan perubahan pola penyebaran. Dinas Kesehatan juga perlu memastikan pelaporan dari fasilitas kesehatan tetap konsisten dan diperbarui secara berkala.
Perbedaan periode pelaporan juga perlu diperhatikan. Data hingga 2 Oktober 2026 menunjukkan 34 kasus Influenza berdasarkan varian spesifik, sementara data sebelumnya untuk periode Januari hingga September 2026 mencatat 15 kasus Influenza A dan tiga kasus Influenza B. Perbedaan angka tersebut perlu diklarifikasi berdasarkan periode pemutakhiran dan mekanisme pelaporan yang digunakan agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.Di sisi lain, cakupan imunisasi BCG sebesar 45,6 persen hingga Agustus 2026 juga masih membutuhkan evaluasi berdasarkan jumlah sasaran dan target capaian tahunan. Begitu pula dengan imunisasi HPV yang datanya baru dapat dihitung setelah pelaksanaan BIAS selesai.
Baca Juga: Rico Waas Minta Atlet Medan Fokus Hadapi Porprovsu XII 2026* Penguatan surveilans melalui SKDR, kesiapsiagaan Puskesmas dan rumah sakit, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan Influenza dan ISPA di Kota Medan. Pemantauan secara berkala diperlukan agar setiap perubahan situasi epidemiologis dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.