Operasi senyap di tengah laut ini berhasil melumpuhkan kapal pembawa
sabu dan meringkus delapan orang yang diduga kuat sebagai jaringan narkoba internasional yang selama ini menjadikan Selat Malaka sebagai jalur tikus penyelundupan.
Selat Malaka memang dikenal sebagai jalur emas penyelundupan sabu dari segitiga emas (Myanmar, Laos, Thailand) masuk ke Indonesia via Aceh dan Sumatera Utara.Hingga berita ini diterbitkan suasana di Dermaga Kapal Penumpang Bandar Deli, Belawan terpantau penuh aparat.
Baca Juga: Pelantikan KORMI Simalungun, Bupati Ajak Kolaborasi Bangun Masyarakat Sehat Sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Belawan dan Pejabat BNN Provinsi Sumatera Utara terlihat sudah berkumpul dan siaga di lokasi menunggu kedatangan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, untuk konferensi pers.
Diduga kapal barang bukti berisi dua ton sabu tersebut akan segera disandarkan di sana untuk proses pemeriksaan awal.Belum ada keterangan resmi dari pejabat terkait. Semua pihak masih bungkam dan menunggu konferensi pers resmi. Namun sumber di lapangan memastikan barang bukti sangat besar dan jumlahnya diperkirakan mencapai dua ton.
Dua Ton Sabu, Selamatkan Delapan Juta JiwaJika satu gram
sabu bisa merusak empat orang, maka dua
ton sabu yang berhasil disita ini berarti tim gabungan telah menyelamatkan lebih dari delapan juta jiwa generasi bangsa dari kehancuran narkoba.
Kini publik menunggu, siapa otak di balik dua ton sabu ini, apakah ini jaringan internasional dan kemana sabu sebanyak ini akan diedarkan.Redaksi akan terus mengupdate perkembangan kasus terbesar tahun 2026 ini langsung dari Dermaga Bandar Deli, Belawan.
Baca Juga: Sapa Warga Medan Baru Diawali Gotong Royong, Rico Waas Tindaklanjuti Keluhan Warga