Jumlahnya diperkirakan delapan ekor. Mereka muncul di kawasan yang berdekatan dengan permukiman, tambak dan tempat nelayan pencari kepah yang setiap hari di pergunakan nelayan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Anggota Komisi IV DPRD Medan dari Fraksi PKS, Zulham Efendi, menilai kemunculan satwa liar itu tak boleh dianggap persoalan biasa. Ia mendesak Pemerintah Kota Medan bergerak cepat.
Baca Juga: Semarak HUT Pemuda Pancasila di Belawan Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban terlebih dahulu baru kemudian melakukan penanganan,katanya, Senin (26/10/2026).
Zulham meminta Pemkot Medan berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, aparat kewilayahan dan instansi terkait. Langkah pertamanya memetakan titik kemunculan buaya dan menakar tingkat ancamannya bagi warga.
Pemantauan berkala di aliran sungai, kawasan muara dan lokasi yang dilaporkan sebagai tempat kemunculan
buaya, termasuk Paloh Gayor, juga di anggap perlu. Informasi harus dibuka kepada masyarakat agar warga lebih waspada.
Baca Juga: Bobby Nasution Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin, Minta Jaringan Narkotika di Sumut Diputus