Secara makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5,2–5,6 persen dinilai menjadi peluang. Sebagai negara berkembang, Indonesia masih menyimpan banyak potensi bisnis baru. Karena itu, momentum pertumbuhan harus dimanfaatkan secara tepat.
Oni menekankan pentingnya konsep investment with purpose. Investasi tidak boleh sekadar menempatkan dana tanpa perencanaan. "Bukan asal punya uang lalu ditaruh di deposito atau instrumen lain. Harus tahu sektor mana yang prospektif dan menguntungkan," jelasnya.
Menurut dia, pengelolaan kekayaan bukan sekadar soal angka, tetapi juga menyangkut visi jangka panjang dan keberlanjutan lintas generasi. Karena itu, BTN berkomitmen menghadirkan solusi investasi yang komprehensif, pendampingan personal, serta layanan eksklusif dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.
Oni juga mengapresiasi para mitra strategis, mulai dari manajer investasi, perusahaan asuransi, sekuritas, hingga mitra lainnya. Kolaborasi tersebut memungkinkan BTN menghadirkan produk dan solusi terbaik bagi nasabah.
Mengusung tema "The Fire Horse Economy: Investing with Purpose, Building Legacy", BTN ingin menegaskan pentingnya investasi berbasis tujuan yang jelas, manajemen risiko yang disiplin, serta diversifikasi portofolio yang terukur. "Kami hadir bukan hanya sebagai penyedia produk, tetapi mitra strategis yang mendampingi perjalanan finansial nasabah," tegas Oni.
Ke depan, BTN akan memperkuat layanan wealth management melalui inovasi produk, peningkatan kapabilitas tim penasihat, serta digitalisasi layanan tanpa menghilangkan sentuhan personal. BTN juga berkomitmen menjaga kepercayaan nasabah dengan integritas dan profesionalisme.
"Dengan fondasi kinerja yang kuat dan strategi transformasi yang terarah, BTN optimistis dapat terus bertumbuh dan memperkuat posisinya di jajaran lima besar perbankan nasional," terang Oni.