Hutama Karya turut menjelaskan penguatan tata kelola pembangunan melalui penyempurnaan prosedur studi kelayakan, penyusunan kajian risiko, dan peningkatan pengendalian pelaksanaan pekerjaan. Langkah tersebut mendukung penyiapan proyek yang lebih matang serta keselarasan antara prioritas pembangunan, kebutuhan investasi, dan kesiapan pendanaan.
Lebih lanjut, Hutama Karya juga menyampaikan persiapan pengembangan koridor Jambi–Rengat dan Pekanbaru–Padang sesuai tahapan kesiapan proyek dan skema pengusahaannya. Untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, perusahaan menyiapkan alternatif pendanaan, antara lain Pembayaran Berkala Berbasis Layanan dan asset recycling, yaitu pemanfaatan nilai aset yang telah beroperasi untuk mendukung investasi berikutnya. Pengembangan jaringan diarahkan untuk menghubungkan pusat kegiatan ekonomi sehingga dapat memperlancar distribusi barang dan memperluas akses pasar.
Baca Juga: Rapidin Simbolon Serahkan Benih Jagung kepada 170 Kepala Keluarga Petani Urat Samosir Di kesempatan terpisah, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyampaikan bahwa pembangunan JTTS diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus menghadirkan manfaat yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman. Manfaat inilah yang ingin terus kami hadirkan melalui dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan," ujar Iwan.
Baca Juga: Bobby Nasution Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang