"Tapi pada tahun 2024 dan 2025, 85 persen anak yang diterima (di Sekolah Indonesia) justru adalah anak-anak pekerja migran yang undocumented," tambah Firdaus, menekankan bahwa hal tersebut tercapai karena ada perubahan kebijakan terkait dokumen resmi pada 2023.
Baca Juga: Kasus TPPO Langkat: Megawati Dijatuhi 8 Tahun Penjara Usai Rekrut Perempuan Jadi ART di Malaysia Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur dan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Selain itu, KBRI Kuala Lumpur juga mendirikan ratusan Community Learning Center (CLC) di perkebunan-perkebunan sawit di wilayah Sabah dan Sarawak, yang saat ini terdapat sekitar 21.000 anak yang belajar di CLC tersebut.