MATATELINGA, Medan : Eka Putra Zakran, SH MH Penulis Buku Inspiratif Menghadang Badai Kehidupan (MBK): Autobiografi Eka Putra Zakran, Anak Asongan Jadi Advokat Kawakan" kepada Mahmud Irsad Lubis, SH advokat senior yang merupakan mantan Ketua KAUM saat silaturahmi advokat di Samudera Kopi Jalan Ringroad Medan pada Kamis (30/01/2024).BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Lifestyle/silaturahmi-advokat--eka-putra-zakran-hadiahkan-buku-inspiratif-mbk-kepada-mahmud-irsad-lubis-Kehadiran Eka Putra Zakran dalam ajang silaturahmi advokat tersebut merupakan ajang untuk membangun sinergitas diantara sesama advokat, khususnya advokat alumni UMSU.Tampak hadir sejumlah advokat alumni UMSU dalam ajang silaturahmi tersebut, diantaranya, Mahmud Irsad Lubis, Fajar Hardikah, Ilham Syahputra, Zupri Harahap, Irmansyah Telaumbanua, Baron Syahbani dan sejumlah Advokat dari PB-PASU seperti Riswan Munthe, Sudirmna Naibaho, Rahmat Sakti S. Pane, Ricky Yulian Permana dan advokat lainnya.[br]Dikatakan Eka Putra Zakran, advokat yang sedang menempuh program Doktoral S3 Prodi Hukum Islam (HUKI) UINSU Medan tersebut bahwa merawat silaturahmi itu penting dengan siapapun, apalagi sesama alumni UMSU dan Alumni Koprs Advokat Alumni UMSU (KAUM)."Ya, saya paling senang bersilaturahmi dengan siapapun, dengan semua kalangan, apalagi sesama alumni Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) tempat dimana dulu saya pertama kali berekpresi dalam melakukan pembelaan dan giat advokasi serta pengabdian kepada masyarakat," sebut Eka.Masih menurut Eka, yang juga merupakan Ketua Umum PB-PASU dan Korbid Hukum HAM PDM Kota Medan itu, Kebetulan bersama Bapak Mahmud Irsad Lubis dan kawan-kawan dirinya pernah dalam kepengurusan KAUM Periode 2020-2022."Nah, selain karena Bapak Mahmud Irsad Lubis merupakan guru saya, beliau juga merupakan mantan ketua KAUM. Saya dan kawan-kawan alumni pernah bersama dalam kepengurusan KAUM Periode 2020-2022. Sebab itu, sebagai kenang-kenangan saya memberikan hadiah buku inspiratif MBK untuk beliau. Buku ini menceritakan banyak hal, termasuk satu bab membahas eksistensi KAUM sebagai singa Advokasi di panggung Sumatera Utara di kala itu," ungkap Eka.