Ipda Sagita juga menekankan bahwa dampak kenakalan remaja tidak bisa dianggap sepele. "Masalah hukum, terganggunya pendidikan, rusaknya kesehatan fisik maupun mental, hingga terhambatnya hubungan sosial adalah beberapa dampak serius yang bisa merusak masa depan mereka," ujarnya.
Namun, Sagita menegaskan bahwa bagi remaja yang terlanjur terjerumus, masih ada jalan keluar. Bantuan profesional dari konselor atau lembaga rehabilitasi, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting untuk memulihkan mereka.
Menutup dialog, Ipda Sagita menyampaikan pesan penuh motivasi kepada para generasi muda.
Baca Juga: DPRD Medan Minta Bongkar Pagar Besi yang Halangi Jalan Amal "Saya ingin berpesan kepada adik-adik semua, jadilah generasi yang berhasil. Ingatlah, keberhasilan tidak datang secara instan. Kita harus berusaha sungguh-sungguh, menjaga sikap, dan bertanggung jawab atas pendidikan kita. Masa depan ada di tangan kalian masing-masing, bukan hanya orang tua. Jadilah generasi berprestasi yang membawa keberhasilan, demi bangsa dan negara, dan khususnya untuk masa depan kalian sendiri," pungkasnya.
Melalui dialog ini, Polri berharap masyarakat, khususnya para remaja, semakin memahami pentingnya menjaga diri dari perilaku menyimpang, sekaligus membangun karakter positif yang akan menjadi bekal menuju masa depan yang lebih baik.