Lebih lanjut, Ardian Surbakti menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim yang sering digaungkan di seluruh dunia memang benar adanya. "Masyarakat, khususnya warga Kabupaten Karo, perlu mengetahui bahwa debit sumber
air di Lau Melas beberapa tahun ini terindikasi mengalami penurunan, mungkin diduga pencemaran lingkungan," jelas Ardian Surbakti.
Oleh karena itu, ia menghimbau agar warga Kabupaten Karo khususnya pelanggan Tirtanadi agar mulai berhemat air serta menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah di daerah aliran sungai."Jika penurunan debit sumber air di pegunungan terus terjadi secara signifikan, sementara kebutuhan air bersih untuk Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Karo semakin meningkat setiap tahunnya, bukan mustahil pada tahun berikutnya nanti, Mata Air Lau Melas sebagai salah satu sumber air akan kering dan mati," papar Ardian Surbakti.
Baca Juga: Banjir di Aceh Tamiang Rendam Sejumlah Desa, Ratusan Warga Mengungsi Acara penanaman bibit pohon di area Mata Air Lau Melas dihadiri oleh Direktur Perumda Tirtanadi Adrian Surbakti, Kepala Desa Sugihen, Kepala Desa Melas, Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Berastagi, tokoh masyarakat setempat, perwakilan awak media.
Ada ratusan bibit pohon mangga, durian, alpokat dan masih banyak lagi yang ditanam. Jenis tanaman tersebut dipilih karena selain baik untuk menopang sumber air juga produktif dan berkualitas hasil panennya.Ditempat yang sama, R Karo-Karo mengatakan, " Penanaman bibit pohon ini diharapkan bisa mempertahankan sumber air untuk pemenuhan kebutuhan air warga di Kabupaten Karo. Hal ini tidak bisa hanya diserahkan pada PDAM, perlu kepedulian dan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat dan media massa yang bertanggung jawab menyampaikan pesan kepada masyarakat," paparnya.
Baca Juga: Sambut Haul ke-28, Ketua DPP Himpak Citra E Capah Pimpin Langsung Ziarah ke Makam Pendiri Himpak