Literasi Keuangan Digital, Edukasi Generasi Milenial Bertransaksi Aman Dalam Mengelola Keuangan

James Pardede - Minggu, 01 Februari 2026 10:41 WIB
Matatelinga/James
Aplikasi New Sumut Mobile memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan aktivitas perbankan lainnya.

MATATELINGA, Pengakuan seorang teman, di era serba teknologi sekarang lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan gawai atau handphone. Karena, saat ini hampir semua aspek kehidupan beralih ke ranah daring dan berada dalam satu genggaman, tak terkecuali dalam pengelolaan keuangan.

Oleh : James P. Pardede

Mulai dari menabung, membayar tagihan, hingga berinvestasi, semuanya kini bisa dilakukan lewat aplikasi atau digitalisasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada tantangan yang tak kalah besar, yaitu kemampuan untuk memahami dan mengelola informasi keuangan secara digital, atau yang kita kenal sebagai literasi keuangan digital.

Tanpa adanya literasi keuangan, terutama kepada generasi millenial, maka mereka akan terjebak dengan pola hidup konsumtif atau lebih memilih pepatah 'besar pasak dari tiang' dan melupakan pepatah 'sedia payung sebelum hujan'.

Baca Juga: HPN 2026, Bank Sumut Buka Ruang Kompetisi Opini Jurnalis dan Apresiasi Media Secara sederhana, literasi keuangan digital adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi serta layanan keuangan berbasis digital secara efektif, aman, dan bijak.

Tidak hanya soal tahu cara menggunakan aplikasi perbankan atau investasi, tetapi juga tentang memiliki pemahaman yang memadai untuk membuat keputusan keuangan yang tepat di dunia digital.

Ditengah gempuran teknologi serba digital, orang tua memiliki tugas tambahan untuk memberikan pemahanan dan edukasi tentang pentingnya budaya menabung sejak dini kepada anaknya. Bagi sebagian anak mungkin masih menggunakan pola konvensional dengan memasukkan uang ke dalam celengan. Tak sedikit pula anak zaman sekarang sudah melek dengan m-banking atau dompet digital.

Tugas memberikan literasi keuangan kepada generasi milenial juga menjadi bagian dari program lembaga keuangan seperti perbankan. Melek finansial dengan literasi keuangan mengajak generasi milenial agar tidak terjebak gaya hidup konsumtif digital, agar bisa mengelola aset digital dengan cerdas, mampu menjaga keamanan data pribadi serta mengedukasi mereka bisa mengelola finansial sejak dini.

Menurut survei dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meskipun tingkat inklusi keuangan Indonesia terus meningkat, tingkat literasi keuangan digital masih belum seimbang. Banyak masyarakat, termasuk dari kalangan generasi muda, menggunakan layanan keuangan digital tanpa benar-benar memahami cara kerja dan risikonya. Inilah yang membuat pentingnya literasi keuangan digital menjadi sorotan.

Dalam sebuah kesempatan di Medan, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut, Khoirul Muttaqien, menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi menjadi salah satu indikator sasaran pembangunan nasional jangka menengah dan panjang.

Khoirul merinci bahwa inklusi kita saat ini mencapai 80,51% sementara literasi tahun ini masih 66,46%. Sinergi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan pemerintah kabupaten/kota dalam kegiatan inklusi melibatkan tim percepatan akses keuangan daerah.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin melesat telah menimbulkan ancaman baru terhadap masyarakat. Khoirul menegaskan ada tiga isu yang perlu diwaspadai di era serba teknologi sekarang, yaitu investasi ilegal, pinjaman online (Pinjol), dan judi online (Judol).

Masih berdasar data OJK, tercatat 3.786 aduan secara nasional terkait investasi ilegal, dengan 176 laporan berasal dari Sumut. Sebanyak 1.813 investasi ilegal telah diblokir. Untuk pengaduan Pinjol, OJK mencatat 15.110 pengaduan secara nasional dan 573 pengaduan di Sumut, sementara 11.166 Pinjol ilegal telah diblokir.

Kemudian, berdasarkan data PPATK tahun 2024 yang menunjukkan total pemain judi online di Sumut mencapai 1,2 juta orang, terdiri dari 37,2% pelajar, 18,95% karyawan, dan 0,8% ASN, dengan total deposit mencapai Rp1,33 triliun.

Tak ketinggalan, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyampaikan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan di Sumut telah mencapai 80% pada tahun 2025. Capaian ini dinilai menjadi kemajuan signifikan, mengingat Pemerintah Indonesia menargetkan inklusi sebesar 98% pada tahun 2045.

Dalam beberapa tahun terakhir pembangunan inklusi keuangan menjadi agenda prioritas nasional. Target sebesar ini hanya dapat tercapai melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pelaku industri jasa keuangan.

Peran Bank Sumut

Beberapa kegiatan yang digelar perbankan, seperti yang dilaksanakan Bank Sumut beberapa waktu lalu menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan layanan keuangan formal, serta memastikan masyarakat dari berbagai lapisan memahami manfaat dan perlindungannya.

Bagi generasi milenial, dunia digital dan ikutannya bukan hal asing bagi mereka. Namun, tidak semua dari mereka paham bagaimana mengelola uang dengan bijak dalam lingkungan digital yang serba cepat dan penuh godaan konsumtif.

Bank Indonesia, OJK dan perbankan lainnya ikut berperan dalam memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat. PT Bank Sumut misalnya, terbilang sangat gencar dalam memperkuat literasi keuangan kepada generasi muda. Berbagai terobosan dilaksanakan, baik lewat seminar, bazar atau berinteraksi langsung dengan generasi milenial termasuk para pelajar di sekolah.

Lewat berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan generasi milenial dan masyarakat, Bank Sumut berupaya mencetak generasi yang memiliki ketahanan finansial. Mendorong peserta seminar atau kegiatan literasi keuangan untuk tidak hanya cerdas secara digital, namun memiliki kesadaran sosial dalam setiap keputusan ekonominya.

Inisiatif ini juga selaras dengan program literasi dan inklusi keuangan Bank Sumut yang bertujuan membentuk ekosistem keuangan berkelanjutan di Sumatera Utara. Tak cukup hanya berinteraksi secara langsung, Bank Sumut juga memiliki potensi yang sangat besar dalam memberikan literasi keuangan lewat aplikasi m-banking Bank Sumut dengan tampilannya yang baru (new Sumut mobile).

Lewat aplikasi new Sumut mobile ini, Bank Sumut bisa lebih memaksimalkan fungsinya dan memudahkan nasabah dalam menggunakannya. Termasuk dalam berinvestasi dan melakukan transaksi di berbagai platform e-commerce, merchant dan pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

Harapan kita, dengan adanya literasi keuangan digital terhadap generasi milenial akan menjadi bekal bagi mereka dalam mengelola keuangan dan aman dalam melakukan transaksi di setiap kesempatan.

Seperti disampaikan OJK, literasi keuangan kepada generasi milenial akan memberikan pemahaman dan kemampuan dalam melakukan evaluasi, bahwa investasi ilegal, judi online dan pinjaman online hanya akan menyeret mereka ke gaya hidup konsumtif dan salah arah.

Dengan literasi keuangan digital, generasi milenial akan memiliki kemampuan dalam memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi serta layanan keuangan berbasis digital secara efektif, aman, dan bijak.

Editor
: Admin

Tag:

Berita Terkait

Opini

Wujudkan Wilayah Bebas Karhutla, Babinsa Ajak Warga Benan Tinggalkan Kebiasaan Membakar Lahan

Opini

Balé by BTN Tembus 5 Juta Pengguna, Transaksi Digital Melonjak 46%

Opini

Hadapi Cuaca Kering, Babinsa Koramil 06/Senayang Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Kebakaran

Opini

Kadinsos Sumut Dorong Percepatan Digitalisasi Data Bansos

Opini

Wali Kota Wesly Buka Edukasi Pasar Modal Bagi PNS dan Bhayangkari

Opini

Wesly Ajak Pustakawan dan Guru Jadi Garda Terdepan Moral Intelektual Masyarakat