Dua Penumpang Selamat, Speed Boat Mati Mesin di Perairan Tapaktuan Dievakuasi Tim SAR

Redaksi - Minggu, 02 Agustus 2026 18:00 WIB
Uoaya evakuasi.

Informasi awal menyebutkan sebuah speed boat yang berlayar dari Singkil menuju Sabang mengalami gangguan mesin saat melintas di perairan Tapaktuan."Informasi yang kami terima, satu unit speed boat yang berlayar dari Singkil menuju Sabang mengalami mati mesin di tengah laut dengan dua orang penumpang di dalamnya," kata Zumardi.Berdasarkan keterangan nakhoda speed boat, Martha, perjalanan dimulai dari Singkil pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, saat memasuki perairan Tapaktuan sekitar pukul 05.30 WIB, mesin kapal tiba-tiba mengalami kerusakan sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran.Menyadari kondisi tersebut, nakhoda segera menghubungi Tim SAR untuk meminta bantuan evakuasi.Menindaklanjuti laporan itu, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi menggunakan armada penyelamatan. Setelah melakukan pencarian, speed boat berhasil ditemukan dalam kondisi terapung di laut pada pukul 11.46 WIB.Selanjutnya, kapal dievakuasi dengan cara ditarik menggunakan kapal milik Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tapaktuan menuju Pelabuhan Tapaktuan."Alhamdulillah seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kendala yang dialami murni akibat mesin kapal yang tiba-tiba mati saat berada di tengah laut," ujar Zumardi.Usai proses penyelamatan, speed boat bersama dua penumpangnya dibawa ke Pelabuhan Tapaktuan untuk menjalani pemeriksaan teknis sebelum diizinkan kembali melanjutkan pelayaran menuju Sabang.Sementara itu, Kepala Kantor UPP Kelas III Tapaktuan, Wasfina, SE, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal, termasuk mesin, dokumen, serta kelengkapan izin pelayaran."Speed boat beserta dua penumpangnya akan beristirahat terlebih dahulu di Pelabuhan Tapaktuan. Selanjutnya kami akan memeriksa kondisi mesin serta kelengkapan dokumen dan izin pelayaran sebelum kapal diizinkan kembali berlayar menuju Sabang," kata Wasfina.Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan pelayaran tidak boleh diabaikan dan setiap kapal wajib dipastikan dalam kondisi laik laut sebelum kembali beroperasi."Kondisi kapal harus benar-benar dipastikan layak berlayar agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di tengah perjalanan," tegasnya.Zumardi menambahkan, operasi pencarian dan penyelamatan dimulai pada pukul 10.40 WIB dan secara resmi ditutup pada pukul 13.30 WIB setelah seluruh proses evakuasi selesai dilaksanakan.Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut, terutama Kantor UPP Kelas III Tapaktuan dan Pos TNI AL Tapaktuan yang bersinergi dalam proses penyelamatan."Terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat sehingga operasi SAR dapat berjalan lancar dan seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat," pungkasnya.


Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Aceh

Ingin Mengabdi, Idris Pasaribu Ambil Formulir Bakal Calon Dewan Kehormatan PWI Sumut

Aceh

Mantan Walikota Sibolga Segera Diserahkan Ke Jaksa, Korupsi Pembangunan Pasar Ikan Modern Rugikan Rp 5,3 M

Aceh

Jelang Hari jadi ke 3 Pujaketarub Nasional Gelar Rapat Besar

Aceh

Bobby Nasution Siapkan Terobosan Pembiayaan Infrastruktur Nelayan Nias Selatan

Aceh

Kasus Tagboat Tabrak Perahu Tewaskan Nelayan dan Petugas Syahbandar Macet, Polres Muna Diduga Lakukan Pembiaran

Aceh

Pasar Rakyat Tapaktuan Terbengkalai, Atap Rusak Parah dan Anggaran Rehabilitasi Belum Tersedia