"Biasanya kami jual sekitar Rp65.000 sampai Rp70.000 per ekor. Sekarang ada ke
naikan sedikit karena banyak permintaan," kata pedagang tersebut kepada Wartawan, Sabtu (26/9/2026).
Menurut pedagang, peningkatan permintaan terutama terjadi menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kebutuhan bahan baku makanan untuk dapur MBG juga disebut ikut meningkatkan permintaan ayam.
Baca Juga: Zakiyuddin Harahap Ikut Ambilkan Makanan untuk Lansia di Jalan Lombok "Permintaan sedang tinggi, terutama untuk Maulid dan kebutuhan dapur MBG," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat harga ayam di tingkat pedagang bergerak naik. Namun, harga dapat berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya, bergantung pada ukuran ayam, ketersediaan stok, dan kondisi pasokan.
Dari sisi pasokan, pedagang mengatakan ayam yang dijual didatangkan dari kandang atau peternakan di Kabupaten Nagan Raya."
Ayam kami dari kandang di Nagan Raya," katanya.
Sementara itu, sejumlah pembeli yang ditemui terlihat membeli ayam dalam jumlah cukup banyak. Salah seorang pembeli mengatakan ayam tersebut dibeli untuk memenuhi kebutuhan Maulid." Untuk keperluan besok di kampung, ada Maulid di Sawang," kata pembeli tersebut.
Baca Juga: Dinkes Aceh Selatan Akan Periksa Dugaan Cacing dalam Menu MBG di SMAN 1 Tapaktuan