"Saya sendiri kaget dan pergi ke Natinggir untuk bertanya kenapa terjadi pemukulan kepada Edison Hutapea," terang Nasib.
Warga Natinggir malah bertanya kedatangannya berasal dari mana. Nasib kesal dan dia mengatakan kalau situasinya akan ribut jika Natinggir tidak terus terang.
"Rupanya mereka sudah menyiapkan Kampak, parang dan bensin untuk bertikai dengan kami. Dan ada security TPL kena bacok", terang Nasib.
Baca Juga: Kejari Sergai dan Kodim 0204/DS Sepakat Untuk Bersinergi Menjaga dan Memajukan Serdang Bedagai Nelson malah sedih mendengar kabar jika mereka dituduh mengancam keamanan mereka dan anak mereka dilarang sekolah padahal tidak benar
"Kalian kenal saya dan kenapa tak bertanya ke saya agar jelas berita yang beredar? Dan tentang spanduk yang kami buat, kami sudah tau sepak terjang mereka (LSM AMAN dan KSPPM), karena mereka sudah sering mengadu domba kita teman sekampung yang masih bersaudara. Dan kami tidak mau kita yang masih satu kampung bertikai karena organisasi yang tak jelas itu," pungkas Nelson Hutapea dan disambut tepuk tangan warga desa.
Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Paparaga mengatakan jika keinginan yang tak terpenuhi dan tak sesuai bisa menimbulkan masalah.
"Komunikasi yang terputus berawal dari persepsi kita yang berbeda hingga muncul masalah. Kita bebas bernyanyi dimalam hari dan tidur dimanapun. Itu kebebasan kita. Yang tidak boleh adalah jika kita menghambat kebebasan orang lain untuk berinteraksi, maka akan muncul masalah," jelas Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Paparaga mencontohkan.