Disebutkannya, RS Adam Malik menjadi rumah sakit ke delapan yang melakukan kegiatan Cerebral Bypass Surgery. "2027 diharapkan seluruh provinsi di Indonesia mampu mandiri melakukan bedah otak ini untuk pasien stroke atau gangguan pembuluh darah lainnya di otak. Nanti dokter dari RS PON ini akan keliling Indonesia untuk mengampu RS yang di provinsi lain. Jadi Sumut merupakan provinsi ke delapan yang akan mampu melakukan tindakan Cerebrovascular Bypass ini," ungkapnya.
Sedangkan Dirut RSUP HAM dr. Zainal Safri, MKed (PD), SpPD-KKV, SpJP (K) menegaskan, kesiapan para dokter bedah spesialis syaraf untuk melakukan tindakan Cerebrovascular Bypass sudah sangat baik.
"Namun, menangani kasus inikan belum pernah, maka kita didatangi oleh tim RS PON, dan harapannya setelah beberapa kali nanti bisa kita kerjakan (tangani-red) sendiri. Tim kita sudah mumpuni, hanya kasus ini saja yang belum pernah kita tangani," ungkap Zainal.
Zainal juga mengatakan, baru pertama kali menangani intervensi bedah otak terhadap pasien moyamoya. Hal ini dikarenakan masyarakat atau center-center pelayanan kesehatan di hulu belum aware terhadap kasus ini. "Nanti kita publikasikan bahwa kita bersama RS PON sudah bisa menangani kasus moyamoya ini sehingga baru ketahuan berapa banyak kasus moyamoya ini," tambahnya.
Baca Juga: Pemko Melalui Dinas Koperasi Gelar Pasar Murah Selama Dua Hari di Pematangsiantar Sedangkan Direktur RS Pusat Otak Nasional (PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Adin Nulkhasanah, SpS MARS menuturkan, kasus moyamoya ini pada awalnya dianggap jarang di Indonesia, karena paling banyak itu di Jepang. Namun, setelah tahu mendiagnosa, SDM, tata pelaksanaannya baik ternyata cukup banyak kasus moyamoya ini.
"Sering kita bertanya, anak-anak kok bisa stroke? Begitu juga untuk orang dewasa yang tidak ada riwayat hipertensi, kok bisa stroke berulangkali? Setelah dirujuk ke kita baru diketahui bahwa ternyata itu adalah moyamoya. Kalau diketahui secara dini dan dapat penanganan di RS yang bisa menangani bypass ini maka tingkat risiko komplikasi pasien akan semakin rendah," imbuhnya.
Di RS PON sendiri sudah menangani 115 pasien Cerebral Bypass Surgery (operasi bedah otak). Pasien yang paling muda ditangani adlah anak berusia 3 tahun. Untuk itu, dia berharap jika RS Adam Malik sudah bisa mandiri dalam intervensi bedah layanan stroke ini maka bisa mengampu RS daerah sekitarnya," harapnya.