Sedangkan Gubernur Sumut Bobby Nasution melalui nKepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), Faisal Hasrimy, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Sumut sebagai lokasi kegiatan terkait pencegahan dan penanganan bedah otak ini.
Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sumut dalam memperkuat layanan kesehatan, khususnya menghadapi ancaman stroke yang menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka kematian tinggi.
"Terima kasih Sumut dipilih sebagai bagian dari kegiatan ini. Kami mendukung penuh pencegahan dan penanganan stroke, mulai dari penyediaan tenaga medis hingga fasilitas pendukung lainnya," ujar Faisal, melalui zoom meeting.
Menurutnya, layanan kesehatan yang baik tidak akan berarti bila tidak didukung dengan akses yang merata. Karena itu, Dinas Kesehatan Sumut memprioritaskan alokasi anggaran untuk pembayaran asuransi kesehatan masyarakat. Faisal berharap fasilitas kesehatan (faskes) di seluruh daerah dapat memberikan layanan terbaik tanpa terkendala biaya.
Baca Juga: Klinik Luluh Dilarang Beroperasi Dulu, Ini Alasan Komisi II DPRD Medan "Kesehatan adalah hak dasar. Tidak boleh ada masyarakat yang tertunda pengobatannya karena kendala biaya. RS harus memberikan layanan tanpa diskriminasi, sementara pencegahan tetap menjadi yang utama. Dengan begitu, masyarakat merasa aman dan tenang," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa stroke merupakan tantangan kesehatan terbesar secara global. "Setiap lima detik, ada satu orang yang meninggal karena stroke. Data Riskesdas menunjukkan tren ini perlu menjadi perhatian serius, karena terjadi peningkatan yang cukup signifikan," ungkapnya. (Mtc/edi). -