Zainal Abidin, selaku Ketua Koordinator Aksi, dalam orasinya tepat di depan gerbang SMK N 1 Percut Sei Tuan menyampaikan desakan tegas agar tindakan oknum guru yang terlibat dalam dugaan pelecehan seksual mendapat perhatian serius dari pihak-pihak berwenang.
Lebih lanjut, Kepala SMK N 1 Percut Sei Tuan diduga melakukan pembiaran dan sengaja memelihara oknum guru yang nakal, tanpa adanya tindakan tegas dari pihak sekolah.
Baca Juga: Akibat Drainase Tidak Berfungsi Maksimal, Warga Terdampak Banjir Minta Perhatian Pemerintah "Kami hari ini mendesak agar oknum guru yang melakukan pelecehan seksual dan guru-guru yang terlibat dalam praktik
pungli segera diberhentikan dari sekolah dan status ASN-nya dicabut. Hal yang sama juga berlaku bagi Kepala SMK N 1 Percut Sei Tuan agar dicopot dari jabatannya," tegas Zainal.
Ia pun menegaskan bahwa Kepala SMK N 1 Percut Sei Tuan memiliki tanggung jawab penuh atas segala aktivitas yang berlangsung di lingkungan sekolah.
"Apabila seluruh dugaan tersebut terbukti benar, maka sanksi tegas dan tindakan administratif harus segera dijatuhkan, termasuk pencopotan sementara pimpinan sekolah selama proses pemeriksaan berlangsung," tambahnya.
Zainal juga menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak diindahkan, pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa lanjutan di Kantor Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, serta Dinas Pendidikan untuk menuntut langkah tegas atas tercemarnya dunia pendidikan di Kabupaten Deli Serdang.
Sementara itu, Kepala SMK N 1 Percut Sei Tuan, Daulat Siregar, pada Kamis, 18 Desember 2025, kembali memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan apapun terkait isu yang mencuat tersebut. Oleh sebab itu, berita ini terpaksa disampaikan ke meja redaksi demi kepentingan publik.