Tatar mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pertanggungjawaban kepada publik sekaligus memastikan barang bukti yang telah disita tidak kembali masuk ke peredaran gelap narkotika.Menurutnya, peng
ungkapan 10
kasus dengan 20 tersangka menunjukkan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap orang-orang yang bertugas mengantarkan barang terlarang. Aparat juga harus menelusuri pihak-pihak yang mengendalikan dan memasok narkotika.
"Pada prinsipnya, BNN mengutamakan pengungkapan jaringan. Kami tidak hanya menangkap kurir, tetapi juga berupaya memutus jaringan peredaran narkotika," kata Tatar.BNNP Sumut memperkirakan pengungkapan kasus tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar 749 ribu orang dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Seluruh tersangka kini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca Juga: Janji Cuan Mingguan Berujung Petaka, Dua Terdakwa Investasi Wood Pellet Divonis Setahun Tatar menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba melalui penindakan dan kerja sama dengan berbagai instansi. Ia menilai persoalan narkotika di Sumatera Utara masih membutuhkan perhatian serius, terlebih prevalensi penyalahgunaan narkoba disebut masih tinggi.Berdasarkan perkiraan yang disampaikannya, jumlah masyarakat yang terpapar narkoba di Sumatera Utara mencapai 1 juta hingga 1,5 juta orang."Kita harus bersama-sama bangkit, membangun kesadaran, dan memahami bahwa ancaman narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Mari bersama-sama menolak narkoba," ujarnya.
Ancaman BaruDiantara berbagai barang bukti yang dimusnahkan, cairan vape atau pod getar yang mengandung etomidate menjadi salah satu perhatian BNNP Sumut.Zat tersebut dinilai berbahaya karena dapat memengaruhi sistem saraf dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Dampaknya dapat berupa hilangnya orientasi, gemetar, gangguan pernafasan, penurunan kesadaran, hingga berpotensi menyebabkan kematian.Tatar mengingatkan, kandungan etomidate tidak bisa dipastikan hanya dengan melihat bentuk atau tampilan cairan vape. Karena itu, masyarakat diminta tidak sembarangan menggunakan produk dengan kandungan yang tidak jelas.