Yaitu untuk tingkat dasar, bernama Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) El Syurya Bukhary. MIS ini, baru berdiri kurang dari dua tahun.Kemudian untuk tingkat menengah, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Al-Bukhary dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Bukhary (Terakreditasi A).
Selanjutnya, untuk pendidikan tinggi, YPDA menaungi dua Perguruan Tinggi. Yaitu : STITA Labuhanbatu (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary): Menyelenggarakan program studi S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah / PGSD (S.Pd) dan S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini / PIAUD (S.Pd).Kemudian, STESA Labuhanbatu (Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Al-Bukhary). Menyelenggarakan program studi S1 Ekonomi Syariah (S.E).
Baca Juga: Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Dalam perbincangan yang cukup mengasikkan itu, Bukhari Iskandar bercerita secara cukup panjang, terkait dengan latar belakang dan tujuan mendirikan YPDA.Disebutkannya, sebagai seorang pendidik, yang pernah menjadi guru hingga kepala sekolah, disalah satu sekolah menengah kejuruan di kota Rantauprapat, ia mempunyai cita-cita dan harapan besar, untuk meningkatkan kualitas sumberdaya ma ma manusia Labuhanbatu.
Tegasnya, latar belakang dan tujuan utama pendirian yayasan ini meliputi:Pengembangan Peradaban dan Sumber Daya Manusia (SDM): Didorong oleh visi untuk memajukan peradaban masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu, melalui peningkatan kualitas
pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.
Penyediaan Akses Pendidikan Terpadu: Yayasan ini mewadahi berbagai jenjang pendidikan dan institusi di Rantauprapat, Labuhanbatu, mulai dari tingkat madrasah ibtidaiyah/sekolah menengah seperti MTs Al-Bukhary, SMK Al-Bukhary, hingga perguruan tinggi seperti Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Bukhary Labuhanbatu dan STESA Labuhanbatu.
Baca Juga: Universitas Asahan Gelar "Expo Inovasi 2026" Kemudian katanya, dalam mengelola
pendidikan dibawah naungan YPDA, Bukhari Iskandar berkomitmen, sosial dan dan pemberian beasiswa"
Yayasan aktif mendukung peserta didik yang kurang mampu, serta memberikan apresiasi khusus. Seperti beasiswa bagi para penghafal Al-Qur'an (Hafiz Al-Qur'an), agar dapat terus mengenyam
pendidikan tinggi secara gratis", Bukhari Iskandar.