Bukhari Iskandar, sebagai pendiri dan kini memimpin YPDA, merupakan seorang tokoh
pendidikan di Labuhanbatu. Sehari-harinya, dikalangan pendidik maupun anak didik, ia akrab disapa dengan panggilan "Buya".Bukhari Iskandar, sejak masa mudanya, sudah tertarik dengan dunia
pendidikan. Ini dibuktikan dengan profesi yang ia ageluti.
Dibidang pendidikan, Bukhari Iskandar memiliki rekam jejak yang cukup panjang dan tidak diragukan.Beliau memiliki pengalaman yang luas sebagai guru, dosen, hingga praktisi bimbingan konseling (terlihat dari gelar akademis dan profesi Konselor/Kons. yang disandangnya).
Baca Juga: Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Bukhari Iskandar, yang kini berusia 69 tahun, dalam mengelola lembaga
pendidikan yang didirikannya itu, beliau menanamkan motto SBBI (Semangat Belajar Berbuat Ikhlas).Beliau dikenal sangat peduli terhadap akses
pendidikan keagamaan, salah satunya dibuktikan dengan program pemberian beasiswa penuh, bagi anak-anak penghafal Al-Qur'an (Hafiz 30 Juz) untuk kuliah gratis di bawah naungan YPDA.
Sebagai seorang tokoh pendidikan, Bukhari Iskandar, melalui lembaga pendidikan yang didirikan dan dibinanya sejak tahun 1998 di daerah Urung Kompas/Bakaran Batu, Rantau Selatan, ia sukses mengembangkan ekosistem pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.Selain sebagai tokoh pendidikan, Bukhari Iskandar juga aktif dibeberapa organisasi Islam di Kabupaten Lbuhanbatu. Seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Al Jamiyatul Al Washliyah.
Diakhir bincang-bincang singkatnya, Bukhari Iskandar menyebutkan, semua aktifitas yang dilakukannya saat ini, merupakan bagian dari kegiatan dia, mengisi waktu masa pensiunnya sebagai guru dan dosen.Selain itu katanya, aktifitas yang dilakukannya, tidak terlepas dari bentuk pengabdian dan penyerahan dirinya kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan iapun, sudah mempersiapkan puterinya, untuk melanjutkan perjuangannya di dunia
pendidikan di daerah Kabupaten Labuhanbatu. (