MATATELINGA,Rantauprapat: Disalah satu pemukiman padat penduduk, diatas lahan kurang dari 1 (satu) hektar, tepatnya di Jalan Sempurna, Kelurahan Urung Kompas, Kecamatan Rantau Selatan, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, berdirilah bangunan gedung sekolah / perguruan tinggi swasta dibawah naungan Yayasan Dwina Al Bukhari (YPDA).
Yayasan ini, didirikan dan kini dipimpin oleh Dr. H. Bukhari Iskanda, MM., Kons, bersama Dra. Hj. Suryatik, M.Pd.
Dalam sebuah perbincangan dengan media online https://matatelinga com, Bukhari Iskandar menyampaikan, yayasan yang mengelola lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi ini, sudah mendapat pengesahan dari Dirjend AHU Kementerian Hukum, dengan nomor AHU-000526.AH.01.04.TAHUN 2015.
Baca Juga: Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Sebagai lembaga yang mengelola
pendidikan ini, memiliki motto : "Semangat Belajar, Berbuat Ikhlas (SBBI)".Lembaga
pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam ini, menaungi
pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi.
Yaitu untuk tingkat dasar, bernama Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) El Syurya Bukhary. MIS ini, baru berdiri kurang dari dua tahun.Kemudian untuk tingkat menengah, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Al-Bukhary dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Bukhary (Terakreditasi A).
Selanjutnya, untuk pendidikan tinggi, YPDA menaungi dua Perguruan Tinggi. Yaitu : STITA Labuhanbatu (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary): Menyelenggarakan program studi S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah / PGSD (S.Pd) dan S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini / PIAUD (S.Pd).Kemudian, STESA Labuhanbatu (Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Al-Bukhary). Menyelenggarakan program studi S1 Ekonomi Syariah (S.E).
Baca Juga: Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Dalam perbincangan yang cukup mengasikkan itu, Bukhari Iskandar bercerita secara cukup panjang, terkait dengan latar belakang dan tujuan mendirikan YPDA.Disebutkannya, sebagai seorang pendidik, yang pernah menjadi guru hingga kepala sekolah, disalah satu sekolah menengah kejuruan di kota Rantauprapat, ia mempunyai cita-cita dan harapan besar, untuk meningkatkan kualitas sumberdaya ma ma manusia Labuhanbatu.
Tegasnya, latar belakang dan tujuan utama pendirian yayasan ini meliputi:Pengembangan Peradaban dan Sumber Daya Manusia (SDM): Didorong oleh visi untuk memajukan peradaban masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu, melalui peningkatan kualitas
pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.
Penyediaan Akses Pendidikan Terpadu: Yayasan ini mewadahi berbagai jenjang pendidikan dan institusi di Rantauprapat, Labuhanbatu, mulai dari tingkat madrasah ibtidaiyah/sekolah menengah seperti MTs Al-Bukhary, SMK Al-Bukhary, hingga perguruan tinggi seperti Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Bukhary Labuhanbatu dan STESA Labuhanbatu.
Baca Juga: Universitas Asahan Gelar "Expo Inovasi 2026" Kemudian katanya, dalam mengelola
pendidikan dibawah naungan YPDA, Bukhari Iskandar berkomitmen, sosial dan dan pemberian beasiswa"
Yayasan aktif mendukung peserta didik yang kurang mampu, serta memberikan apresiasi khusus. Seperti beasiswa bagi para penghafal Al-Qur'an (Hafiz Al-Qur'an), agar dapat terus mengenyam
pendidikan tinggi secara gratis", Bukhari Iskandar.
Bukhari Iskandar, sebagai pendiri dan kini memimpin YPDA, merupakan seorang tokoh
pendidikan di Labuhanbatu. Sehari-harinya, dikalangan pendidik maupun anak didik, ia akrab disapa dengan panggilan "Buya".Bukhari Iskandar, sejak masa mudanya, sudah tertarik dengan dunia
pendidikan. Ini dibuktikan dengan profesi yang ia ageluti.
Dibidang pendidikan, Bukhari Iskandar memiliki rekam jejak yang cukup panjang dan tidak diragukan.Beliau memiliki pengalaman yang luas sebagai guru, dosen, hingga praktisi bimbingan konseling (terlihat dari gelar akademis dan profesi Konselor/Kons. yang disandangnya).
Baca Juga: Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah, Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Bukhari Iskandar, yang kini berusia 69 tahun, dalam mengelola lembaga
pendidikan yang didirikannya itu, beliau menanamkan motto SBBI (Semangat Belajar Berbuat Ikhlas).Beliau dikenal sangat peduli terhadap akses
pendidikan keagamaan, salah satunya dibuktikan dengan program pemberian beasiswa penuh, bagi anak-anak penghafal Al-Qur'an (Hafiz 30 Juz) untuk kuliah gratis di bawah naungan YPDA.
Sebagai seorang tokoh pendidikan, Bukhari Iskandar, melalui lembaga pendidikan yang didirikan dan dibinanya sejak tahun 1998 di daerah Urung Kompas/Bakaran Batu, Rantau Selatan, ia sukses mengembangkan ekosistem pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.Selain sebagai tokoh pendidikan, Bukhari Iskandar juga aktif dibeberapa organisasi Islam di Kabupaten Lbuhanbatu. Seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Al Jamiyatul Al Washliyah.
Diakhir bincang-bincang singkatnya, Bukhari Iskandar menyebutkan, semua aktifitas yang dilakukannya saat ini, merupakan bagian dari kegiatan dia, mengisi waktu masa pensiunnya sebagai guru dan dosen.Selain itu katanya, aktifitas yang dilakukannya, tidak terlepas dari bentuk pengabdian dan penyerahan dirinya kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan iapun, sudah mempersiapkan puterinya, untuk melanjutkan perjuangannya di dunia
pendidikan di daerah Kabupaten Labuhanbatu. (