Cepatnya regulasi perpajakan di Indonesia, lanjut Ivan merupakan hal yang wajar sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan kebutuhan dunia internasional.
"Perguruan tinggi apabila bekerjasama dengan DJP akan terikut dengan kebijakan-kebijakan yang baru. Hal ini menjadi modal kita untuk bisa menyampaikan kepada semua mahasiswa. Sehingga nanti diharapkan mahasiswa, terutama dari Universitas Sari Mutiara Indonesia, menjadi agen-agen percepatan semua target-target yang sudah ditetapkan pemerintah. Kita ketahui bahwa peran pajak sangat tinggi di dalam APBN Indonesia. APBN diperlukan untuk pembangunan bangsa dan negara. Kalau kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, pembangunan harus dipersiapkan untuk bisa mengawal pencapaian Indonesia Emas 2045 tersebut, termasuk sumber daya manusia," jelasnya.
Lebih lanjut Ivan menyampaikan, dengan adanya kerja sama ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para mahasiswa dan dosen USM-Indonesia untuk bisa lebih cepat memberikan informasi-informasi dan pengalaman-pengalaman bagi mahasiswa.
Ivan Elisabeth Purba juga berharap bahwa dengan adanya kerja sama ini maka diharapkan keberadaan USM Indonesia dapat lebih berdampak kepada masyarakat.