"Ternyata salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah daging
ayam ras yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren kenaikan
harga," katanya, Sabtu (26/09/2026).
Menurut Junaedi, kondisi itu menjadi dasar bagi TPID Kota Pematangsiantar untuk melakukan langkah intervensi secara terukur melalui Operasi Pasar Murah (OPM), dengan mengutamakan stabilisasi harga, keterjangkauan masyarakat, dan tetap menjaga ketersediaan pasokan.
"Sebagai bagian dari penguatan respons EWS, Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui TPID berkolaborasi dengan PD Pasar Horas (PD PHJ) sebagai off-taker melaksanakan OPM komoditas daging ayam ras," jelasnya.
Baca Juga: Soroti Eksekusi Togar ke Lapas, Kuasa Hukum Nilai Putusan: Rangkaian Peradilan Sesat Daging ayam ras disediakan seharga Rp40 ribu per Kg, atau di bawah harga pasar pada saat pelaksanaan. PD PHJ menyiapkan sekitar 400 Kg ayam ras untuk kegiatan OPM di Balerong Rajawali Pasar Dwikora.Intervensi tersebut, kata Junaidi adalah bagian dari respons terhadap tekanan harga ayam ras bulan lalu, mencapai sekitar rata-rata Rp50 ribu per Kg.
Sesuai data pemantauan 17 September 2026 menunjukkan harga berada pada kisaran Rp40.000–Rp47.000 per Kg. Sementara pada pelaksanaan OPM perdana pada Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (Toppis) UD Azizah, TPID melakukan intervensi harga Rp5.000, dengan harga jual Rp42.000 per Kg.Pada kegiatan, 21 September 2026 di Balairong Rajawali, TPID dan PD PHJ sebagai off taker menggelar Kembali OPM dengan harga ayam ras di Pasar Dwikora Rp43.000, dan harga jual ayam ras TPID saat itu Rp40.000 per Kg serta mendapatkan bonus cabai merah jika pembayaran dilakukan dengan QRIS.
"Perkembangan harga daging ayam ras pekan kedua mulai melandai di Pasar Horas, rata-rata Rp44.000, dan di Pasar Dwikora berkisar Rp42.000-Rp43.000 per kilogram," tukas Junaedi.
Baca Juga: Perkuat Kapasitas Intelijen, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan Torehkan Prestasi Terbaik di Bogor