MATATELINGA,Pematangsiantar: Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) bersama PD Pasar Horas Jaya (PHJ) menggelar operasi pasar murah di Balerong Rajawali Pasar Dwikora, Senin (21/09/2026). Operasi pasar itu, daging ayam ras dijual seharga Rp40 ribu per kilogram (Kg). Harga itu di bawah harga pasar, yakni rata-rata Rp50 ribu per Kg.
Ketua Harian TPID Kota Pematangsiantar, Junaedi Sitanggang SSTP MSi didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdako Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP dan Direktur Utama (Dirut) PD PHJ Bolmen Silalahi SP, pihaknya melakukan pemantauan harga melalui Early Warning System (EWS) TPID Kota Pematangsiantar.
Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar secara aktif melakukan deteksi dini terhadap perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat, khususnya komoditas yang berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi.
Baca Juga: Soroti Eksekusi Togar ke Lapas, Kuasa Hukum Nilai Putusan: Rangkaian Peradilan Sesat "Ternyata salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah daging
ayam ras yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren kenaikan
harga," katanya, Sabtu (26/09/2026).
Menurut Junaedi, kondisi itu menjadi dasar bagi TPID Kota Pematangsiantar untuk melakukan langkah intervensi secara terukur melalui Operasi Pasar Murah (OPM), dengan mengutamakan stabilisasi harga, keterjangkauan masyarakat, dan tetap menjaga ketersediaan pasokan.
"Sebagai bagian dari penguatan respons EWS, Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui TPID berkolaborasi dengan PD Pasar Horas (PD PHJ) sebagai off-taker melaksanakan OPM komoditas daging ayam ras," jelasnya.
Baca Juga: Soroti Eksekusi Togar ke Lapas, Kuasa Hukum Nilai Putusan: Rangkaian Peradilan Sesat Daging ayam ras disediakan seharga Rp40 ribu per Kg, atau di bawah harga pasar pada saat pelaksanaan. PD PHJ menyiapkan sekitar 400 Kg ayam ras untuk kegiatan OPM di Balerong Rajawali Pasar Dwikora.Intervensi tersebut, kata Junaidi adalah bagian dari respons terhadap tekanan harga ayam ras bulan lalu, mencapai sekitar rata-rata Rp50 ribu per Kg.
Sesuai data pemantauan 17 September 2026 menunjukkan harga berada pada kisaran Rp40.000–Rp47.000 per Kg. Sementara pada pelaksanaan OPM perdana pada Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (Toppis) UD Azizah, TPID melakukan intervensi harga Rp5.000, dengan harga jual Rp42.000 per Kg.Pada kegiatan, 21 September 2026 di Balairong Rajawali, TPID dan PD PHJ sebagai off taker menggelar Kembali OPM dengan harga ayam ras di Pasar Dwikora Rp43.000, dan harga jual ayam ras TPID saat itu Rp40.000 per Kg serta mendapatkan bonus cabai merah jika pembayaran dilakukan dengan QRIS.
"Perkembangan harga daging ayam ras pekan kedua mulai melandai di Pasar Horas, rata-rata Rp44.000, dan di Pasar Dwikora berkisar Rp42.000-Rp43.000 per kilogram," tukas Junaedi.
Baca Juga: Perkuat Kapasitas Intelijen, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan Torehkan Prestasi Terbaik di Bogor Dengan mekanisme EWS, setiap perkembangan
harga dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan intervens. Sedangkan PD PHJ berperan dalam penyerapan, penyediaan, dan penyaluran komoditas kepada masyarakat.
Ia menuturkan, kedepan pengendalian harga daging ayam ras tidak hanya diarahkan pada penurunan harga sesaat, tetapi pada terciptanya stabilitas yang berkelanjutan melalui tiga aspek utama, yaitu menjaga keterjangkauan harga konsumen, memastikan ketersediaan pasokan, serta memperlancar distribusi dari sumber pasokan sampai ke pasar.
"Pemantauan EWS dan SiHarapanku akan terus menjadi dasar evaluasi untuk menentukan apakah intervensi perlu dilanjutkan, disesuaikan volumenya, atau dihentikan ketika harga dan pasokan telah kembali stabil," pungkas Junaedi.(sip)
Baca Juga: Soroti Eksekusi Togar ke Lapas, Kuasa Hukum Nilai Putusan: Rangkaian Peradilan Sesat