"Untuk mendapatkan apa yang kita cita-citakan, paling utama kita harus bisa menjaga disiplin waktu", ucapan M Syafitra Hasibuan menambahkan pendapat rekannya.
Selain itu menurut Syafitra, belajar bersungguh-sungguh, merupakan tuntutan dari amanah kedua orangtua. "Dengan bersusah payah, mereka mengalokasikan dana, untuk membiayai pendidikan kami", ujarnya
Baca Juga: Galakkan UMKM, Pemkab Asahan Buka Festival Jajanan Kuliner Dan Prudct Lokal Tahun 2026 Sementara Ivanna dalam pandangannya menegaskan, dirinya merasa optimis, apa yang kini dicita-citakannya, kelak akan tercapai sesuai harapan. Apalagi, bila kita belajar di
sekolah yang tepat. Sekolah yang memiliki berbagai keunggulan, baik dari sisi akademik, maupun non akademik (ekstra kurikuler).
Dari sudut pandang psikologi dan pengembangan diri, konsep yang disampaikan keempat remaja ini, dikenal dengan istilah delayed gratification (menunda kepuasan)—yaitu kemampuan untuk menahan diri dari kesenangan jangka pendek (seperti bermain atau bersenang-senang), demi mendapatkan hasil yang jauh lebih besar dan bermakna di masa depan (prestasi).
Dalam diskusi ringan yang diiringi dengan penuh canda itu, keempat
remaja ini mengaku meski mereka mengikuti pembelajaran nyaris satu hari penuh, mereka tetap merasa nyaman.
"Kami merasa nyaman mengikuti pembelajaran yang diberikan setiap guru matapelajaran di sekolah ini. Materi pembelajaran yang disampaikan menyenangkan. Guru-gurunya pun tidak kaku. Mereka sangat bersahabat", ucap M Syafitra Hasibuan.
Baca Juga: Tiga Sekolah di Kluet Utara Terdampak Banjir, KBM Menunggu Pembersihan