Ingin Meraih Prestasi, Harus Rela Mengorbankan Waktu Bermain di Masa Remaja

Yasmir - Sabtu, 31 Oktober 2026 11:30 WIB
Empat remaja, juga siswa SMA Tunas Karya Unggul Berasrama Rantauprapat, yang melakukan diskusi ringan bersama media online https://matatelinga com.

MATATELINGA,Rantauprapat : Untuk meraih prestasi yang cemerlang dimasa mendatang, seseorang harus rela mengorbankan waktu bermain, ketika berusia remaja. Demi fokus pada proses belajar dengan nilai maksimal, latihan bersungguh-,sungguh, dan pengembangan diri.

Pesan penuh makna ini disampaikan Nawa Aliya Ziadi Munte, seorang remaja puteri yang kini duduk dibangku kelas X SMA Tunas Karya Unggul Berasrama (Boarding School) Rantauprapat, dalam sebuah diskusi ringan bersama media online https://matatelinga.com di sekolah tersebut, Jumat (30/10/2026) petang.

Menurut Aliya, keinginan untuk bermain bebas tanpa dibatasi waktu, bersama rekan-rekan sesama remaja, tentu ada. Tetapi keinginan tersebut, harus ditanamkan jauh-jauh dilubuk hati yang dalam, bila kita ingin menggapai prestasi yang lebih baik dimasa depan.

Baca Juga: Galakkan UMKM, Pemkab Asahan Buka Festival Jajanan Kuliner Dan Prudct Lokal Tahun 2026

Hal senada, disampaikan teman diskusi Nawa lainnya, Gladys Ivanna Eafaria Solin, M Syafitra Hasibuan dan Arifatogi Alamsyah Pasaribu, yang juga sesama siswa kelas X di sekolah tersebut.

"Untuk mendapatkan apa yang kita cita-citakan, paling utama kita harus bisa menjaga disiplin waktu", ucapan M Syafitra Hasibuan menambahkan pendapat rekannya.

Selain itu menurut Syafitra, belajar bersungguh-sungguh, merupakan tuntutan dari amanah kedua orangtua. "Dengan bersusah payah, mereka mengalokasikan dana, untuk membiayai pendidikan kami", ujarnya

Baca Juga: Galakkan UMKM, Pemkab Asahan Buka Festival Jajanan Kuliner Dan Prudct Lokal Tahun 2026

Sementara Ivanna dalam pandangannya menegaskan, dirinya merasa optimis, apa yang kini dicita-citakannya, kelak akan tercapai sesuai harapan. Apalagi, bila kita belajar di sekolah yang tepat. Sekolah yang memiliki berbagai keunggulan, baik dari sisi akademik, maupun non akademik (ekstra kurikuler).

Dari sudut pandang psikologi dan pengembangan diri, konsep yang disampaikan keempat remaja ini, dikenal dengan istilah delayed gratification (menunda kepuasan)—yaitu kemampuan untuk menahan diri dari kesenangan jangka pendek (seperti bermain atau bersenang-senang), demi mendapatkan hasil yang jauh lebih besar dan bermakna di masa depan (prestasi).

Dalam diskusi ringan yang diiringi dengan penuh canda itu, keempat remaja ini mengaku meski mereka mengikuti pembelajaran nyaris satu hari penuh, mereka tetap merasa nyaman.

"Kami merasa nyaman mengikuti pembelajaran yang diberikan setiap guru matapelajaran di sekolah ini. Materi pembelajaran yang disampaikan menyenangkan. Guru-gurunya pun tidak kaku. Mereka sangat bersahabat", ucap M Syafitra Hasibuan.

Baca Juga: Tiga Sekolah di Kluet Utara Terdampak Banjir, KBM Menunggu Pembersihan

Ivanna menimpali, mungkin juga karena dipengaruhi usia tenaga pengajar di SMA Tunas Karya Unggul Berasrama ini, masih muda-muda dan energik. Dan juga kepintaran akademis yang dimilikinya cukup mumpuni.Diskusi ringan bersama empat remaja yang juga siswa/siswi SMA Tunas Karya Unggul Berasrama Rantauprapat ini, difasilitasi sang Kepala Sekolah, DR Muhammad Ardan MPd, serta serta direstui Ketua Pembina / Ketua Harian Yayasan, DR Rakhmad Hidayat Rambe MPd dan Hobol Z. Rangkuty, S.Sos., M.Sos.

Dalam diskusi singkat ini, banyak hal yang disampaikan keempat siswa/siswi SMA Tunas Karya Unggul ini.Diantaranya, seperti disampaikan Gladys Ivanna Eafaria Solin, sekolah yang baru untuk pertama kalinya melaksanakan proses belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027, memiliki banyak keunggulan.

Baca Juga: Galakkan UMKM, Pemkab Asahan Buka Festival Jajanan Kuliner Dan Prudct Lokal Tahun 2026

Diantaranya, ada beberapa fasilitas tersedia. Seperti, ruang kelas dilengkapi pendingin ruangan (AC), serta meja dan kursi belajar yang nyaman. Memiliki 3 laboratorium (biologi, kimia, dan fisika) dengan peralatan canggih berstandar kampus (perguruan tinggi).Katanya, sekolah ini memiliki asrama (boarding school), berbentuk rumah dengan fasilitas lengkap seperti TV, kulkas, dapur, alat makan, alat mandi, tempat tidur, dan lemari. Setiap rumah diisi 4 siswa dan setiap kamar diisi 2 siswa.

Kemudian, sekolah ini memiliki program pendidikan bergaransi dan non-garansi, serta sistem asrama maupun non-asrama.

Baca Juga: Tiga Sekolah di Kluet Utara Terdampak Banjir, KBM Menunggu Pembersihan

Diakhir diskusi ringan ini, M Syafitra Hasibuan berpesan kepada adik-adik kelasnya, yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA / SMK, persiapkan diri dan mental.

Cari sekolah yang memiliki kualitas tenaga pengajar yang mumpuni. Sekolah yang memiliki fasilitas pembelajaran yang lengkap, serta didukung kegiatan ekstra kurikuler yang memenuhi standar."Yakinlah, bila kita berada disekolah yang tepat, cita-cita dan harapan pribadi maupun orang tua, akan terkabul", pungkasnya mengakhiri pandangan dalam diskusi ringan ini.

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

SSB Cadika Juara Festival Sepak Bola U-13 Piala Sejati Pratama 2026

Lifestyle

Galakkan UMKM, Pemkab Asahan Buka Festival Jajanan Kuliner Dan Prudct Lokal Tahun 2026

Lifestyle

Tiga Sekolah di Kluet Utara Terdampak Banjir, KBM Menunggu Pembersihan

Lifestyle

KTNA Nasional Hadiri Dialog Kebangsaan di Unpad, Bahan Pangan dan Masa Depan Republik

Lifestyle

Puluhan Siswa SD Al Fityah Binjai Kunjungi Kodaeral I Belawan

Lifestyle

Kapolres Simalungun Silaturahmi dengan PCNU, Serukan "Generasi Sehat Masa Depan Kuat"