MATATELINGA, Jakarta : Empat oknum anggota TNI dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang diduga merupakan pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak kekerasan (KontraS), Andrie Yunus ditangkap.Keempat terduga pelaku anggota TNI itu adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES."Keempat yang diduga pelaku ini adalah Denma Bais TNI. Matranya dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara," kata Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Markas Besar (Mabes) TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Yusri Nuryanto, di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Namun, untuk motif penyiraman air keras ini masih didalami."Jadi kita masih mendalami motifnya," tegas dia.
Kondisi Terbaru Andrie YunusKondisi terbaru aktivis KontraS, Andrie Yunus usai disiram
air keras alami gangguan penglihatan pada mata kanan.Hal itu diungkapkan pihak RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang membeberkan kondisi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.Salah satu dampaknya adalah gangguan penglihatan pada mata kanan yang nyaris buta.Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara mengatakan, Andrie mengalami trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. "Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," ujar Yoga dalam siaran pers yang dikonfirmasi Selasa (17/3/2026).Untuk menangani kondisi tersebut, Andrie Yunus menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.Luka bakar 20 persenAndrie dibawa ke IGD RSCM pada Jumat (13/3/2026) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB, dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, kedua lengan, dan mata.Andrie mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh. Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan.
Baca Juga: Polsek Namorambe Ciduk 2 Pelaku Curanmor