Demikian penilaian Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, atas salah satu isi pidato Prabowo dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis kemarin, 3 September 2026.
Dalam forum ekonomi terkemuka yang berlangsung pada 1–4 September 2026 tersebut, Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama (guest of honour) atas undangan langsung dari Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga: Respons Budi Arie, Gerindra: Kami Fokus Mengawal Program Prabowo yang Pro Rakyat "Pandangan Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin dunia di Vladivostok menunjukkan lompatan cara pandang baru yang berani dan realistis dalam memandang geopolitik kawasan Pasifik," ujar Dr. Teguh Santosa dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Kehadiran Kepala Negara sebagai pembicara utama setelah Presiden Putin dinilai Teguh membuktikan tingginya rekognisi internasional terhadap posisi tawar strategis Indonesia dalam dinamika politik dan ekonomi global.
Secara khusus, Teguh menyoroti kutipan pidato Presiden Prabowo: "Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita".
Baca Juga: Bupati Anton Saragih Rapat Paripurna DPRD, Simak Pidato Presiden Prabowo