Menurut keterangan IPTU Soni, aksi ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima personel pada Senin malam pukul 21.00 WIB. Informasi menyebutkan bahwa di kawasan Nagori Sei Merbau kerap terjadi aktivitas transaksi jual beli narkoba jenis sabu-sabu yang meresahkan warga.
"Komitmen kami untuk melayani masyarakat langsung terbukti dengan respons cepat tim. Tidak ada toleransi sedikitpun untuk kejahatan narkoba di wilayah kami," ungkap IPTU Soni menegaskan dedikasi timnya dalam melayani masyarakat.
Baca Juga: Wali Kota Perintah Langsung, Pak Ogah di Depan MMTC Ditertibkan dan Dibawa ke Polsek Tim operasi tiba di lokasi tepat pukul 23.00 WIB dan segera melakukan pengamatan intensif. Berbekal informasi tambahan dari warga sekitar tentang keberadaan dua orang laki-laki mencurigakan yang akan melakukan transaksi, personel langsung meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pengamatan taktis.
Tidak lama berselang, muncul dua orang yang sesuai dengan deskripsi yang diberikan warga. Mereka mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax berwarna hitam dengan nomor polisi BK 6377 TBU dan menunjukkan perilaku yang sangat mencurigakan.
"Melihat tingkah laku mereka yang tidak wajar, tim langsung bergerak melakukan pengejaran. Kinerja tim sangat baik karena berhasil menangkap satu pelaku meski dalam kondisi cuaca hujan dan satu pelaku lainnya sempat melarikan diri ke perkebunan sawit," ucap IPTU Soni menjelaskan momen krusial penangkapan.
Penggeledahan komprehensif yang dilakukan petugas di tempat kejadian membuahkan hasil yang sangat signifikan. Tim menemukan berbagai barang bukti yang tersembunyi dengan rapi di dalam jok sepeda motor, menunjukkan modus operandi yang terencana dan terorganisir.
Barang bukti utama yang diamankan adalah satu paket plastik klip besar berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 10,37 gram dan satu paket klip plastik sedang berisi diduga sabu-sabu. "Selain narkotika, tim juga mengamankan seluruh perangkat distribusi yang menunjukkan ini adalah operasi besar," ujar IPTU Soni merinci temuan penting.
Peralatan distribusi yang disita meliputi satu skop dari pipet plastik untuk mengambil sabu, 43 klip plastik sedang kosong, 13 klip plastik sedang kosong dalam satu wadah besar, 200 klip plastik kecil kosong yang siap digunakan, satu pisau kater untuk memotong kemasan, dan sepeda motor yang menjadi alat transportasi.