"Pastikan setiap razia dan penindakan dilakukan sesuai SOP. Jadikan Lat Pra Ops ini sebagai sarana menyatukan persepsi dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 di seluruh wilayah Sumatera Utara," tambahnya.
Berdasarkan konsep umum, Operasi Keselamatan Toba 2026 merupakan operasi kewilayahan bidang Harkamtibmas Lalu Lintas yang mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan represif secara selektif. Operasi ini bertujuan menekan potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan serta kecelakaan lalu lintas, khususnya menjelang pelaksanaan Ops Ketupat Toba 2026 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Baca Juga: Kisah Pelarian Perampok Seret Bocah SD di Marelan, Mulai Modal Rp 300 Ribu hingga Ingin Kerja di Riau Tema operasi adalah "Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat", dengan sasaran utama meliputi orang, kendaraan, jalan, dan lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup sosialisasi keselamatan berlalu lintas, safety riding dan driving, pemeriksaan kelengkapan kendaraan, ramp check angkutan umum, hingga penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Sasaran khusus operasi difokuskan pada kendaraan angkutan umum, khususnya bus pariwisata dan kendaraan travel, pengemudi angkutan umum, serta perusahaan otobus dan badan usaha angkutan. Ramp check sebagai instrumen utama operasi dilaksanakan di lokasi-lokasi strategis dengan tingkat mobilitas tinggi dan potensi risiko kecelakaan lalu lintas.
Dalam pelaksanaannya, Polda Sumut mengerahkan sebanyak 2.023 personel, terdiri dari 100 personel Polda Sumut dan 1.923 personel Polres jajaran yang tergabung dalam dukungan operasi.
Melalui kegiatan Lat Pra Ops ini, diharapkan seluruh personel memiliki kesamaan pemahaman, kesiapan operasional, serta mampu melaksanakan Operasi Keselamatan Toba 2026 secara profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat pengguna jalan di wilayah Sumatera Utara.