MATATELINGA,Medan: Lapas Kelas I Medan terus memperkuat pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), termasuk melalui program pengentasan buta huruf.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Moralitas
Lapas Kelas I Medan, Sabtu (5/9/2026), tersebut diikuti WBP bersama staf Bimkemas dan mahasiswa magang dari Jurusan Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia.
Dalam pembelajaran kali ini, peserta berlatih menyusun kata menjadi kalimat sebagai bagian dari tahapan peningkatan kemampuan membaca dan menulis. Para WBP mengikuti kegiatan dengan antusias dan mendapat pendampingan selama proses belajar.Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menilai kemampuan literasi dasar merupakan bekal penting bagi WBP, baik selama menjalani pembinaan maupun saat kembali ke lingkungan masyarakat.
Baca Juga: Istri Boby Santana Sembiring Bantah Informasi Soal Transaksi Sewa HP di Rutan Kelas I Medan "Kami berharap melalui program ini, setiap Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kemampuan dirinya," ujar Fonika Affandi.
Program tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar pembinaan dapat menjangkau seluruh WBP, termasuk mereka yang masih memiliki keterbatasan dalam membaca dan menulis.
Baca Juga: Istri Boby Santana Sembiring Bantah Informasi Soal Transaksi Sewa HP di Rutan Kelas I Medan Melalui pembinaan yang edukatif, humanis, dan inklusif,
Lapas Kelas I Medan berharap para WBP memiliki pengetahuan serta kepercayaan diri yang lebih baik sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah masa pembinaan. (Reza)