MATATELINGA,Palas : Kurang lebih 1300 laporan masyarakat di Polres Padang Lawas mandek. Mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (GAM SU) desak Polda Sumut copot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Palas.
Desak yang disampaikan sejumlah massa GAM SU saat melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Sumatera Utara, Kamis (01/10-2026) melalui Kordinator Lapangan, Ahmad Sayuti dalam orasinya mengatakan, kurang profesional pihak Polres Padang Lawas dalam menangani kasus laporan warga masyarakat, sehingga terjadi ribuan laporan kurang ditindak lanjuti. Sementara laporan perusaan PT. Barapala yang merupakan perusahaan yang tidak punya hak secara legalitas penguasaan lahan cepat ditindaklanjuti. Hal ini semakin membuat citra Kepolisian di Padang Lawas makin bobrok.
Baca Juga: Warga Tanjung Morawa Ditangkap karena Miliki Sabu "Kasus pembunuhan janda di Desa Hapung Kabupaten Padang Lawas sudah satu tahun tidak ada titik terang dan tindak lanjutnya," sebut mahasiswa.
Kompol Ilham Harahap Kasubdit Laporan Propam Poldasu menerima massa aksi yang mengatakan, akan menyampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.Ditempat terpisah pada hari yang sama, Mardan Hanafi Hasibuan, SH. MH mengapresiasi pernyataan Kapolri yang baru dilantik Presiden Republik Indonesia dihadapan Komisi III DPR-RI saat uji kelayakan mengatakan, semangat yang akan dihidupkannya, tidak arogan, tidak berbohong, tidak menyalahkan kewenangan, dan tidak menyakiti hati masyarakat sewenang-wenang.
"Apabila memperoleh amanah, saya siapa dinilai dari hasil bukan dari janji," tegas beliau dalam menirukan ucapan, Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto.
Baca Juga: Warga Tanjung Morawa Ditangkap karena Miliki Sabu Menurutnya, pernyataan tersebut akan merubah cara pandang dan prilaku penegakan hukum yang membawa semangat penegakan hukum yang akan dibangun Suyudi sangat humanis, sehingga masyarakat tidak lagi menerima perlakuan yang tidak adil dalam membuat laporan ke Kantor Polisi. Bahkan diharapkan kedepan anak-anak tidak takut melihat polisi karena dianggap agenda yang bersahaja, harapannya.