Sekira pukul 09.00 WIB, sekitar 130 warga anggota GERMALAK berkumpul di Simpang Tiga Negeri Bayu, Nagori Bandar Siantar. Hadir sebagai perwakilan Thaleb selaku penanggung jawab, Sahrul Ginting, Hendra Saragih, Suherman, dan Soleh Sidauruk. Pukul 09.50 WIB, massa bergerak menuju Afdeling 3 Divisi 3 areal perkebunan, namun dihadang security perusahaan sehingga panen tidak terlaksana. Perdebatan sempat terjadi, tetapi berhasil diredam personel Polri.
"Personel Polri mengedepankan pendekatan humanis, meredam situasi tanpa kekerasan hingga semua pihak dapat dipertemukan," ungkap AKP Verry Purba.
Baca Juga: Beraksi di 50 TKP, Sindikat Maling Motor Modus 'Tabrak Adik' Dibongkar Sekira pukul 10.05 WIB, setelah Kasat Intelkam berupaya menghadirkan pihak perusahaan, Manager Operasional Bastanta Ginting dan tim legal tiba di lokasi. Kapolres menyampaikan imbauan Kamtibmas, mengajak warga menyampaikan pendapat secara damai tanpa mengganggu pengguna jalan, serta menghindari perbuatan melanggar hukum. Ia kemudian mengajak kedua pihak berdialog dalam mediasi di lapangan.
Dalam mediasi, GERMALAK menyampaikan sejumlah aspirasi: penyaluran dana CSR kepada desa sekitar, realisasi kebun plasma 20 persen, kewenangan terkait berakhirnya masa HGU, penyediaan fasilitas umum, serta pemasangan portal pada jalan penghubung antar-nagori.Pihak perusahaan menyatakan telah melaksanakan program CSR, seperti bantuan irigasi dan perbaikan gereja. Soal plasma, perusahaan menilai tidak ada kewajiban bagi perusahaan asing. Tim legal menyebut perusahaan telah memenuhi persyaratan perpanjangan HGU, masih menunggu penerbitan, dan masih memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP). Terkait fasilitas umum, perusahaan meminta waktu untuk berkoordinasi.
Sekira pukul 10.36 WIB, situasi sempat memanas saat Thaleb menyampaikan aspirasi dan dipotong serta dibentak Manager Security perusahaan, Berlin Damanik. Personel Polri segera mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.Menanggapi hal itu, Kapolres meminta perusahaan tidak menutup akses jalan dengan portal dan mempertimbangkan akses penghubung antar-nagori untuk kepentingan warga. Ia juga meminta Berlin Damanik diserahkan kepada Polri untuk dimintai keterangan.