Namun keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran orang tua sangat penting, karena keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak-anak. Orang tua diharapkan menjadi pengawas sekaligus teladan dalam penggunaan teknologi, agar anak-anak tidak tumbuh tanpa bimbingan di tengah derasnya arus digitalisasi.
Melalui momentum ini, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang religius, adaptif, dan progresif, yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal Sibolga, serta kemajuan teknologi. Generasi muda Sibolga diharapkan menjadi generasi Qur'ani yang berdaya saing global, namun tetap berakar pada budaya dan identitas daerahnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Amir Mahmud Hasibuan, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan telah diawali pada Jumat (13/2/2026) dengan pelaksanaan pawai ta'aruf yang dimulai dari Jalan Aso-aso dan berakhir di Masjid Agung Kota Sibolga. Selanjutnya dilaksanakan berbagai perlombaan antar madrasah se-Kota Sibolga yang digelar di tiga lokasi, yakni Masjid Agung, Aula Perguruan Islamic, dan Gedung Baznas Kota Sibolga, yang seluruhnya berlangsung dengan baik dan lancar. (Jas)
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Diundang BPK Hadir Sore Ini di Kantor BPK Sumut .